BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Aksi Persib Bandung sepanjang musim kompetisi 2026/2027 menyajikan sebuah paradoks yang menarik perhatian pencinta sepak bola nasional. Di satu sisi, skuad berjuluk Maung Bandung tampil begitu digdaya tatkala melakoni laga di kancah internasional. Namun, grafik performa tersebut tampak berbeda ketika mereka kembali berjibaku di panggung domestik Super League.
Dominasi anak asuh Igor Tolic di level Asia terbukti dari rekor sempurna. Dari lima pertandingan di ajang AFC Champions League Two (ACL Two) dan ASEAN Club Championship Shopee Cup, Persib menyapu bersih seluruh kemenangan dengan catatan produktivitas sembilan gol serta hanya kebobolan dua kali.
Perjuangan paling dramatis tersaji saat bertamu ke markas Melbourne Victory di AAMI Park, Australia. Sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-71, Maung Bandung menunjukkan mentalitas tangguh lewat gol balasan Luka Menalo (85') dan soncokan penentu kemenangan Balsa Sekulic di detik-detik akhir laga, memastikan skor 2-1.
Sebaliknya, perjalanan di Super League hingga pekan kedelapan menempatkan Persib di tangga keempat klasemen sementara dengan torehan 16 poin, hasil dari lima kemenangan, satu hasil imbang, serta dua kekalahan dari Persija Jakarta (1-2) dan Madura United (0-1).
Analisis Pengamat: Kultur Eropa dan Adaptasi Taktikal
Menanggapi perbedaan performa yang cukup mencolok ini, pengamat sepak bola nasional, Riphan Pradipta, membedah sejumlah faktor kunci yang membuat Maung Bandung begitu nyaman bermain di luar negeri. Menurutnya, pengalaman beruntun tampil di level Asia dalam beberapa musim terakhir telah membentuk kematangan psikologis para pemain.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
