Cegah Insiden, Polda Jabar Imbau Penonton Jangan Datang ke Jalak Harupat

Abbas Ibnu Assarani
.
Selasa, 21 Juni 2022 | 12:34 WIB
Laga penyisihan Grup C Piala Presiden antara Persib Bandung vs Bhayangkara FC akan dilaksanakan di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (21/6/2022). (Foto:dok/MPI)

BANDUNG, iNews.id - Laga penyisihan Grup C Piala Presiden antara Persib Bandung vs Bhayangkara FC akan dilaksanakan di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (21/6/2022).

Dua pertandingan sisa Grup C Piala Presiden 2022 tersebut, diketahui sebelumnya bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Kabid Humas Polda, Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan berpindah venue pertandingan tersebut, hasil rapat koordinasi bersama pihak penyelenggara pertandingan.

"Tempat pertandingan dipindahkan ke tempat lain, dimana hasil koordinasi dengan panitia pelaksana, akan dilaksanakan di Stadion Jalak Harupat." kata Ibrahim Tompo, Selasa, (21/6/2022).

Menurutnya, pelaksanaan pengamanan akan dilaksanakan oleh Polresta Bandung dan di back up dengan perkuatan personel dan peralatan dari Polda Jabar.

Kombes Ibrahim Tompo menghimbau kepada masyarakat untuk tidak datang ke stadion. Hal itu untuk mencegah insiden serupa yang dilakukan saat pertandingan Persib Bandung vs Persebaya di Stadion GBLA Jum'at (27/6/2022) yang lalu.

"Mengimbau kepada masyarakat untuk tidak datang ke stadion karena tidak akan diizinkan untuk masuk, selain itu pertandingan juga dapat ditonton melalui televisi," tandasnya.

Lebih jauh, Ibrahim mengatakan, Polda Jabar menyampaikan duka yang sangat dalam, rasa prihatin dan menyayangkan peristiwa atas meninggalnya dua bobotoh Ahmad Solihin dan Sopiana Yusuf saat pertandingan Persib Bandung VS Persebaya Surabaya di Stadion GBLA Jum'at (27/6/2022) yang lalu.

Kejadian tersebut berawal dari meluapnya penonton yang datang ke stadion dan berdesakan di luar stadion GBLA.     

Kapasitas stadion 15 ribu dan diperkirakan masyarakat yang datang sekitar 40 ribuan, jadi banyak yang tidak mempunyai tiket juga datang ke stadion.

"Dengan banyaknya orang tersebut dan tidak bisa masuk ke stadion GBLA, akhirnya mereka berkerumun dan berdesak - desakan di depan pintu." tutur Ibrahim Tompo.             

Kemudian saat bergerombol dan berdesakan ada bobotoh yang digotong oleh beberapa penonton lain keluar dari kerumunan dalam keadaan lemas.

Petugas Kepolisian yang melihat, langsung memberikan pertolongan medis dan langsung dibawa ke rumah sakit Sartika Asih Bandung, namun sesampainya di rumah sakit nyawa yang bersangkutan tidak dapat tertolong.Adapun korban berasal dari Bogor dan Bandung.

"Pasca kejadian kemarin Polda Jabar masih terus mendalami terkait faktor penyebab dari insiden tersebut." ujarnya.

"Kita juga melakukan evaluasi terkait beberapa hal sebagai masukan kepada stakeholder untuk keperluan pertandingan berikutnya, dimana kita sudah mengeluarkan rekomendasi kepada panitia pelaksana berupa," tandasnya. (*)

Editor : Abdul Basir
Bagikan Artikel Ini