Gus Yahya: Jangan Gunakan Identitas NU Sebagai Senjata Politik

Rizal Fadillah
.
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 22:07 WIB
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto: net)

JAKARTA, INEWSBANDUNGRAYA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak menggunakan identitas NU sebagai senjata politik.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menilai, identitas NU kerap digunakan dalam ajang Pemilu. Menurutnya, dalam kontestasi politik, Muhammadiyah lebih beruntung dibanding NU.

"NU ini agak kurang beruntung dibanding Muhammadiyah. Muhammadiyah ini bisa bebas mengambil jarak dari kompetisi semacam ini. NU ini mau lari pun dikejar-kejar," kata Gus Yahya di Jakarta Selatan, Jumat (5/8/2022).

Oleh karena itu, Gus Yahya berharap, identitas NU tidak dijadikan senjata oleh kontestan politik di saat menghadapi kebuntuan.

"Jadi sebuntu apa pun para kontestan ini di dalam menonjolkan atau di dalam menghadapi kompetisi yang ada, kita mohon betul supaya jangan menggunakan identitas sebagai senjata. Apakah itu identitas etnik, identitas agama, termasuk identitas NU," jelasnya.

Dirinya juga berharap, semua pihak menjaga keharmonisan dalam tiap kompetisi politik, sekeras apa pun kompetisi tersebut.

"Terus harmonis apa pun kompetisi yang akan berlangsung, sekeras apa pun maka kita tentunya sangat berharap bahwa dalam kompetisi nanti jangan sampai ada cara-cara yang memperalat identitas sebagai senjata," pungkasnya.

Editor : Rizal Fadillah
Bagikan Artikel Ini