Mengenal Inkontinensia Urine: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Abbas Ibnu Assarani
.
Kamis, 22 September 2022 | 20:00 WIB
Lansia, terutama wanita berisiko alami inkontinensia. (Foto: Istimewa)

 

BANDUNG, INEWSBANDUNGRAYA.ID - Inkontinensia urine adalah gangguan fungsi kandung kemih yang membuat Anda tidak dapat mengontrol keluarnya urine atau air kencing. Akibatnya, urine keluar tiba-tiba tanpa dikehendaki dan mengganggu kegiatan sehari-hari.

Sekitar 35% dari orang yang berusia di atas 60 tahun menderita air kecil tidak terkendali. Lebih dari setengah jumlah pasien yang diterima oleh panti jompo atau fasilitas kesehatan lainnya. 

Air kemih tidak terkendali dapat berkembang menjadi aib sosial dan masalah kebersihan. Buang air kecil yang normal biasanya melibatkan sistem saraf dan pembuangan serta bagian-bagian dari ginjal yang berfungsi dengan baik. 

Penyebab inkontinensia urine tidak terkendali terjadi ketika gangguan pada salah satu dari komponen tersebut. Inkontinensia stres disebabkan oleh gangguan pada tulang panggul, seperti otot sfingter yang melemah. 

Hal ini biasanya terjadi saat seseorang beranjak tua, atau ketika otot mengalami kerusakan pada proses pembedahan. Pada wanita, hal ini biasanya terjadi selama melahirkan atau pembedahan pada rahim. Pada pria, kemih tidak terkendali biasanya terjadi setelah menjalani pembedahan untuk menghilangkan kelenjar prostat.

Empat jenis inkontinensia urine disertai dengan penyebab yang berbeda, yakni: 

- Inkontinensia tekanan atau stress incontinence, disebabkan: melemahnya atau rusaknya otot-otot yang digunakan untuk mencegah buang air kecil. Selain itu disebabkan karena melakukan operasi pengangkatan prostat dan melahirkan secara prevaginam.

- Inkontinensia dorongan atau urge incontinence, disebabkan: kandung kemih membengkak, terjadi infeksi pada kandung kemih, seperti terdapat batu dalam kandung kemih. 

-Inkontinensia meluber atau overflow incontinence, disebabkan: otot-otot kandung kemih yang melemah, sumbatan pada saluran kencing dan kerusakan saraf. 

-Inkontinensia fungsional atau functional incontinence, disebabkan: kebingungan, demensia, penglihatan atau pergerakan tubuh yang buruk, depresi atau kecemasan yang menyebabkan enggan untuk menggunakan kamar mandi.

-Inkontinensia total atau total incontinence, disebabkan: masalah kandung kemih sejak lahir, mengalami cedera tulang belakang bawaan, memiliki lubang kecil seperti terowongan di antara kandung kemih dan fistula.

Segala jenis inkontinensia urine atau air kemih tidak terkendali memerlukan konsultasi. Kondisi ini dapat menjadi gejala dari penyakit serius yang memerlukan penanganan medis. Dokter akan mempelajari riwayat kesehatan Anda yang terkait dengan gejala yang timbul. 

Ia juga akan melakukan uji fisik yang menyeluruh. Anda akan disarankan untuk menjalani beberapa uji lab, seperti urinalisis untuk memeriksa kandungan dalam air kemih Anda.

Untuk kondisi yang lebih rumit, Anda akan dirujuk untuk menemui ahli saluran kemih atau urolog untuk menjalani sistoskopi dan pemeriksaan lebih lanjut. Sistoskopi melibatkan pengambilan gambar langsung dan pemeriksaan kandung kemih dengan memasukkan sebuah alat yang dilengkapi dengan kamera. Selain metode ini, pemeriksaan tambahan juga dapat dilakukan, seperti tes urodinamik.

Melansir dari Tanya Confidence, berikut beberapa metode mandiri yang dapat dilakukan untuk mengontrol dan mengatasi inkontinensia urine: 

-Merubah gaya hidup, seperti mengurangi atau menghindari asupan kafein, membatasi asupan alkohol, dan asupan yang dapat menyebabkan iritasi pada kandung kemih.

-Senam kegel, untuk melatih otot dasar panggul bladder training, agar penderita terlatih menunggu lebih lama sebelum buang air kecil.

-Cukupi kebutuhan air dan pastikan tidak dehidrasi, serta rutin olahraga untuk membangun otot-otot pada panggul.

Untuk menunjang aktivitas lansia sehari-hari agar tetap nyaman, gejala inkontinensia urine dapat ditangani dengan pemakaian Popok Dewasa Confidence agar tetap percaya diri dan merasa nyaman.

Popok Dewasa Confidence memiliki dua tipe yaitu tipe perekat dan tipe celana. Untuk tipe celana memiliki bahan yang lembut dan jika dipakai pas di badan serasa pakai celana dalam biasa, karena Confidence Pants memiliki bahan lycra, serta daya tampung 6x lebih banyak. Confidence Pants bisa digunakan lansia pada saat menjalankan aktivitas harian agar tidak terganggu dengan masalah buang air kecil sehingga tidak perlu lelah untuk ke toilet.

Untuk tipe perekat bagi lansia dengan kondisi tirah baring yaitu Confidence Classic Day dan Confidence Classic Night dengan diamond core technology menyerap lebih cepat, halal dan teruji klinis. Daya serapnya pun pas untuk kebutuhan siang dan malam. Gunakan dua popok di siang hari dan satu popok di malam hari. (*)

Editor : Abdul Basir
Bagikan Artikel Ini