Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Data Terbaru BNPB: Gempa NTT Telan 75 Korban Jiwa, 907 Orang Luka-Luka
Advertisement . Scroll to see content

Rawan Bencana, Desa Cikahuripan KBB Dipasangi Alat Deteksi Dini Longsor

Jum'at, 04 November 2022 | 12:31 WIB
  • author Adi Haryanto
Rawan Bencana, Desa Cikahuripan KBB Dipasangi Alat Deteksi Dini Longsor
Alat pendeteksi bencana tanah longsor dipasang di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, KBB. (Foto/MPI/Adi Haryanto)

Ia menyebut, alat tersebut dilengkapi dengan teknikal sensor, terdiri atas extensometer (alat pendeteksi pergerakan tanah), tilt meter (alat pendeteksi perubahan posisi kemiringan permukaan tanah/batuan pada lereng), dan rain gauge (pendeteksi curah hujan).

"Gama EWS dilengkapi dengan sirine, masing-masing akan mengeluarkan tiga bunyi sirine berbeda sesuai tingkatan bahaya," terangnya.

Pemasangan Gama EWS, kata Ikhwan, dilakukan tim dari UGM yang bekerja sama dengan BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB. Secara keseluruhan, alat ini telah dipasang dilebih dari 100 daerah rawan longsor di Indonesia.

"Sejauh ini cukup membantu dalam memberikan peringatan dini ketika terjadi bencana," ungkapnya.

Ikhwan mengatakan, sistem kerjanya alat ini yakni toa akan memancarkan suara peringatan secara otomatis sesuai kerawanan tingkat bencana mulai dari status waspada, siaga hingga awas. Namun. tidak bisa memberikan secara rinci terkait radius suara sirine karena pemasangannya tergantung topografi.

"Saya tidak bisa menyebutkan berapa radius dari sirinenya karena itu tergantung dari topografi daerah," tandasnya.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut