Antusias Tukar Uang Baru, Warga Bandung Rela Antre Sejak Pagi

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Antusiasme warga Bandung untuk menukarkan uang baru jelang Idul Fitri 2023 begitu luar biasa. Mereka rela mengantre sejak pukul 07.30 WIB demi mendapat pecahan emisi terbaru yang akan digunakan pada saat lebaran.
Kejadian ini terlihat di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (BI Jabar), Kota Bandung. Warga terpantau berbaris di pintu masuk Jalan Merdeka dan di pintu belakang belakang Jalan Braga.
Antrean warga mulai berkurang pada pukul 09.00 WIB, karena satu per satu dari mereka sudah masuk untuk menukarkan uang baru. Warga juga diwajibkan untuk menscan barcode agar bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu.
Salah satu warga Margahayu, Kota Bandung, Della (25 tahun) mengatakan, dirinya belum bisa menukarkan uang baru pada hari ini lantaran kuota penukaran uang telah habis.
"Mau menukar uang baru. Katanya harus scan buat pendaftaran dulu, cuma kuota udah abis buat hari ini," kata Della di lokasi.
Della berencana datang kembali ke Gedung BI Jabar pada esok hari. Dia juga belum mengetahui jika penukaran uang harus mengantre dan mendaftarkan melalui online. Dia berharap besok bisa menukarkan uang baru untuk lebaran 2023.
"Rencana besok kesini lagi, soalnya baru tahu kemarin, kemarin kesini katanya lewat google (daftarnya) tapi katanya harus scan kaya gininya (barcode)" ujar Della.
Untuk diketahui, BI Jabar telah menyiapkan dana sebesar Rp18,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penukaran uang jelang perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah.
Nilai ini lebih tinggi dari realisasi kebutuhan uang pada periode Ramadan-Idulfitri tahun 2022 sebesar Rp16,6 triliun, dan proyeksi kebutuhan uang masyarakat sebesar Rp17,4 triliun.
Direktur Eksekutif BI Jabar, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, peningkatan ini memerhatikan antisipasi peningkatan mobilisasi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2023.
"Apalagi sekarang PPKM sudah dicabut maka aktivitas akan semakin tinggi dan pertumbuhan ekonomian semakin membaik," kata Erwin dalam kegiatan SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) di Gedung BI Jabar, Kota Bandung, Senin (27/3/2023).
Menurutnya, kebutuhan uang tunai paling tinggi (64,2 persen) bersumber dari wilayah Priangan (di luar Bodebek), diikuti wilayah Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan sebesar 21,5 persen, dan wilayah Priangan Timur sebesar 14,3 persen.
Program SERAMBI menyediakan layanan penukaran uang di 800 titik yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Lokasi tersebut mencakup layanan penukaran di kantor perbankan di Jawa Barat, layanan kas keliling Bank Indonesia, penukaran di pusat keramaian seperti bandara, stasiun, terminal, dan rest area di beberapa ruas jalan tol.
"Khusus untuk layanan penukaran di kas keliling, masyarakat diharapkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR yang dapat diakses melalui laman https://pintar.bi.go.id," ujarnya.
Editor : Zhafran Pramoedya