Anak Penderita Cerebral Palsy Jadi Target Program Ramadan Bahagia Baznas KBB
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Sebanyak 30 anak Cerebral Palsy mendapatkan bantuan Program Ramadan Bahagia dari Baznas Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Penerima manfaat bantuan ini bernaung dalam Yayasan Anak Bunda Istimewa dan Komunitas Keluarga Cerebral Palsy (berkebutuhan khusus) yang anggotanya se-Bandung Raya.
"Ini program Ramadan Bahagia dari Baznas Bandung Barat, untuk berbagi ke anak Cerebral Palsy atau keluarganya," kata Ketua Baznas KBB Iing Nurdin usai kegiatan pemberian bantuan yang digelar di Aula HBS Cimareme, Rabu (4/3/2026).
Iing mengatakan, bantuan kali ini berbentuk sembako dan paket pampers sesuai dengan pengajuan kebutuhan dari pihak yayasan.
Ke depan, pihaknya berharap bisa memberikan intervensi bantuan modal bagi orang tua anak berkebutuhan khusus. Seperti yang selama ini telah dilakukan untuk bantuan UMKM.
Termasuk juga bisa memberikan dukungan untuk membantu kebutuhan alat bantu seperti kursi roda jika ada pengajuan lebih lanjut dari yayasan.
"Mudah-mudahan ke depan, kami bisa laksanakan intervensi bantuan program permodalan usaha agar ekonomi keluarga mereja bisa meningkat," tuturnya.
Ketua Yayasan Anak Bunda Istimewa, Rika Yulianti Windriani menyebutkan, kegiatan ini merupakan tahun ketiga yayasannya mendapat bantuan dari Baznas KBB. Kali ini bantuan diberikan kepada 30 anak penerima manfaat.
"Kami memiliki anggota se-Bandung Raya sekitar 700 dan di KBB sebanyak 64 anak," sebutnya.
Ia menjelaskan, anak dengan Cerebral Palsy memiliki disabilitas ganda yang menyangkut fisik, mental, dan intelektual.
Kebanyakan belum bisa mandiri bahkan hingga dewasa, sehingga membutuhkan pendampingan keluarga dan alat bantu.
Menurutnya, sebagian besar keluarga penerima manfaat berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, dengan 85-90% di KBB memiliki pendapatan di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Kendati begitu, mereka tetap aktif mengikuti kegiatan rutin bulanan yang diadakan di beberapa lokasi di KBB, yaitu Batujajar, Cililin, dan dua lokasi lainnya.
"Tantangan utama yang dihadapi pendekatan kepada keluarga yang masih minder dan masalah transportasi untuk mengantar anak-anak berkebutuhan khusus," ujarnya.
Ia berharap adanya program pemberdayaan ekonomi bagi orang tua atau keluarga anak-anak dengan Cerebral Palsy untuk meningkatkan kemampuan mereka menopang kebutuhan rumah tangga.
"Saat ini kerja sama dengan dinas terkait masih dalam tahap pembukaan komunikasi, meskipun Dinas Sosial juga telah memberikan bantuan alat bantu kesehatan secara berkala," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana