Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Anak Muda dan Perkuat Akar Rumput, Gema Bangsa Siap Gebrak Jawa Barat
Advertisement . Scroll to see content

Ini Tanggapan Warga soal Spanduk Caleg Cemari Lingkungan

Rabu, 07 Februari 2024 | 20:09 WIB
  • author Natasya Salsabila Gunawan
Ini Tanggapan Warga soal Spanduk Caleg  Cemari Lingkungan
Spanduk caleg atau Alat Peraga Kampanye (APK) yang bertebaran di Kota Bandung. (Foto:Natasya)

BANDUNG, iNewsBandungraya.id - Bukan hal aneh lagi di masa Pesta Demokrasi ini ketika melihat spanduk, bendera, sampai spanduk caleg atau Alat Peraga Kampanye (APK) yang bertebaran di setiap sudut jalan. Mulai dari pertigaan, jalan layang, hingga rumah-rumah warga. 

Spanduk caleg ini bertujuan untuk mengenalkan para calon-calon legislatif kepada masyarakat luas tetapi bagaimana nasib APK tersebut setelah selesainya masa Pesta Demokrasi? Apakah selama ini baliho-baliho itu mencemari lingkungan?

Sebenarnya memasang APK sebagai alat untuk memperkenalkan para calon legislatif ini adalah hal lumrah bila dilakukan sesuai aturan. Tetapi sayangnya masih banyak yang tak memperhatikan aturan yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Karena persaingannya ketat jadi pada malam hari tuh adalah orang-orang itu menarik satu baliho terus diganti dengan baliho (caleg) lain. Bekas dari hasil yang sudah dicabutnya itu gak diberesin lagi, gak disimpen di tempat yang semestinya malahan berserakan di tanah cuaca hujan makin terlihat berserakannya spanduk,” Ujar Rinaldi (18) siswa SMKN 1 Soreang yang ditemui pada hari Rabu (07/02/2024).

Ia juga menambahkan bagaimana spanduk-spanduk dipasang di pohon dengan menggunakan paku yang tentu merusak lingkungan serta kasus-kasus kecelakaan karena baliho yang dipasang dijalan membahayakan masyarakat. 

“disebut ganggu juga enggak soalnya itu memang untuk berkampanye, untuk (masyarakat) mengambil hak suara, tetapi kalau misalnya terlalu banyak spanduk kelihatannya jadi kurang enak dilihat seperti di pohon atau ditanaman, itu kurang etislah," jelas siswa SMK itu.

Editor: Abdul Basir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut