Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nurul Arifin Ajak Ibu-Ibu Bijak Bermedsos untuk Kawal Demokrasi dari Gempuran Hoaks
Advertisement . Scroll to see content

Akademisi: Masyarakat Harus Kritis Agar Tak Termakan Hoaks Pilkada Serentak 2024

Sabtu, 13 Juli 2024 | 14:37 WIB
  • author Agus Warsudi
Akademisi: Masyarakat Harus Kritis Agar Tak Termakan Hoaks Pilkada Serentak 2024
Hoaks menjadi ancaman bagi Pilkada Serentak 2024 di Indonesia. (FOTO: ISTIMEWA)

Bagi masyarakat yang tingkat literasinya rendah, biasanya mudah percaya sebab hanya membaca judul tanpa memahami informasi yang diperoleh termasuk membandingkan dengan sumber lain. "Judulnya bombastis, isinya lain," tutur Firdaus.

Terkait Pilkada Serentak 2024, Firdaus memperkirakan berita bohong yang beredar tidak akan jauh berbeda dengan kondisi saat Pilkada 2019. 

Dengan kata lain, hoaks yang beredar merupakan berita bohong yang direproduksi dari pemilu sebelumnya. "Beritanya direproduksi untuk kepentingan politik," kata dia.

Karena itu, Firdaus mengimbau masyarakat untuk terus menguatkan literasi membaca dan kritis dalam menghadapi paparan berita bohong atau hoaks selama Pilkada Serentak 2024.

Selain mengajak masyarakat untuk menguatkan literasi membaca, ia menekankan pentingnya peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai pilar utama yang bertanggung jawab selama tahapan pesta demokrasi lima tahunan berlangsung terkait peningkatan kepercayaan publik.

Editor: Ude D Gunadi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut