Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dianggap Mirip Set Film Kolosal, Penataan Anyar Gedung Sate Diberi Rapor Merah oleh Pengunjung
Advertisement . Scroll to see content

Seni Pakemplung yang Nyaris Punah Pukau Penonton WJF 2024, Lokatmala Dorong Jadi WBTB

Sabtu, 24 Agustus 2024 | 17:52 WIB
  • author Agus Warsudi
Seni Pakemplung yang Nyaris Punah Pukau Penonton WJF 2024, Lokatmala Dorong Jadi WBTB
Seni Pakemplung asli Cianjur yang nyaris punah ditampilkan di WJF 2024. Lokatmala Foundation mendorong kesenian ditetapkan menjadi WBTB. (FOTO: ISTIMEWA)

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Cianjur ini menuturkan, kesenian Pakemplung masih bisa ditemukan namun para pemain banyak yang telah lanjut usia (lansia). 

“Beberapa waktu lalu kita telah mendatangi Kampung Tegal Bungur untuk berupaya melakukan revitalisasi dan transformasi kesenian langka ini,” tutur Wina.

Pada WJF 2024 ini, kata Wina, Lokatmala Foundation menghadirkan Niknik Dewi Pramanik, peneliti dan pelaku seni Pakemplung. 

“Niknik yang mengambil studi berjudul "Makna Simbolik dan Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Seni Pakemplung di Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur” tampil bersama para pemusik dan penari Pakemplung lainnya agar semakin menambah gereget pertunjukan,” ucap Wina.

Niknik Dewi Pramanik mengatakan, seni Pakemplung digelar dalam momentum pasca-panen padi yang biasa disebut ngampih pare atau menyimpan padi. Seni ini, secara lahiriah memang hiburan untuk masyarakat, namun secara batiniah adalah untuk nyukakeun nyai atau membuat Nyai Pohaci senang.

"Keberadaan seni Pakemplung memang hampir punah. Masyarakat milenial sekarang ini menganggap seni Pakemplung tidak dapat bersaing dengan seni baru yang dipengaruhi budaya luar," kata Niknik.

Editor: Ude D Gunadi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut