get app
inews
Aa Text
Read Next : AHY Lakukan Pemancangan Tiang Pertama Kantor DPD Demokrat Jabar

Kepsek SMAN 1 Cianjur Dinonaktifkan Imbas Berangkatkan Siswa Study Tour

Kamis, 27 Februari 2025 | 14:35 WIB
header img
Gubernur Jawa Barat terpilih 2025-2030, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungraya.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menonaktifkan Kepala SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta usai memberangkatkan ratusannya study tour ke Bali.

Penonaktifan Kepala SMAN 1 Cinajur itu disampaikan langsung Dedi melalui akun Instagram pribadinya.

Sebelum penonaktifan, kata Dedi, pihaknya menerjunkan Inspektorat Daerah Provinsi Jawa Barat ke SMAN 1 Cianjur terkait pemberangkatan study tour tersebut.

"Dua hari lalu kita turunkan Inspektorat. Tadi malam sudah diputuskan dan disimpulkan Kepala SMAN 1 Cianjur dinonaktifkan sementara karena kami harus melakukan pendalaman terhadap pengelolaan keuangan di SMAN 1 Cianjur," kata Dedi, Rabu (27/2/2025).

Dedi menerangkan, jika nantinya ditemukan kesalahan yang tidak dapat ditoleransi, maka akan diberhentikan secara permanen, dan diputuskan kembali menjadi guru biasa.

"Itu juga akan terus kami lakukan ke seluruh sekolah di Jawa Barat agar mendapatkan rekomendasi yang objektif," jelasnya.

Dedi mengatakan, langkah ini diambil untuk meringankan para orang tua siswa dari beban pembiayaan.

"Pemerintah sudah memberikan subsidi puluhan triliun. Tapi kalau di sekolah masih ada pembebanan biaya yang tinggi maka subsidi tersebut tidak ada maknanya," kata dia.

Sekda Jabar, Herman Suryatman mengatakan, penonaktifan Kepala SMAN 1 Cianjur sudah sesuai dengan mekanisme dan ketentuan.

"Itu berdasarkan pemeriksaan inspektorat. Pak Gubernur juga sudah mencermati, mengikuti mekanisme sesuai ketentuan hukum. Tindaklanjuti sesuai ketentuan. Kita negara hukum harus akuntabel," kata dia.

Dia menyebut selain SMAN 1 Cianjur, ada sekolah lain di Jawa Barat yang juga diperiksa. "Kita dalami semuanya. Kita lihat bobotnya, tindakan yang diberikan sesuai dengan dinamika yang terjadi. Kita ada peraturan tentang disiplin PNS," kata dia.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cianjur nonaktif, Agam Supriyanta mengaku jika larangan pemberangkatan study tour muncul setelah para siswa berangkat ke Bali. Adapun edaran sebelumnya hanya bersifat imbauan.

"Kalau sebelumnya sifatnya imbauan sehingga ditafsirkan tetap bisa. Sedangkan larangan oleh Pak Gubernur itu pada 20 Februari, di mana siswa sudah dalam perjalanan. Mereka berangkat pada 18 Februari," kata dia.

Oleh karena itu, sekitar 300 siswa yang berangkat study tour dengan biaya sekitar Rp 3,5 juta itu tetap melanjutkan kegiatan. "Kalau langsung dipulangkan kan tidak mungkin. Karena sudah di tengah perjalanan," kata dia.

Agam menuturkan pihaknya siap memberikan penjelasan lebih lanjut ke Pemprov Jawa Barat terkait kegiatan tersebut. "Pada dasarnya kita patuhi dan ikuti arahan dari pimpinan. Kami juga akan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kegiatan study tour ke dinas," kata dia.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut