Dedi Mulyadi Sebut Study Tour Hanya Picu Kemiskinan Baru

Hanya saja, dalam kasus study tour, banyak orang tua siswa yang terpaksa meminjam uang ke bank atau menjual aset untuk membiayai kegiatan tersebut.
"Banyak orang tua yang terpaksa pinjam ke Bank Emok, ke Bank Keliling, jual aset dan kemudian pinjam ke tempat-tempat lain yang menimbulkan beban ekonomi bagi kehidupannya itu dipaksa oleh anaknya untuk piknik dulu nyebutnya study tour," katanya.
"Satu sisi bisa saja terjadi lonjakan kunjungan di pariwisataan, ada aspek ekonomi yang bergerak, tetapi di sisi lain itu ada kemiskinan baru yang tercipta, yaitu puluhan ribu atau ratusan ribu orang tua siswa yang menanggung beban hutang akibat piknik anaknya yang bersimbulkan study tour," terangnya.
Sebagai Gubernur, Dedi menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menyelamatkan beban kehidupan rakyat. Dia ingin mengurangi beban ekonomi masyarakat agar mereka tidak berhutang dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
"Sebagai gubernur saya harus melihat hal yang lebih luas, yaitu saya harus menyelamatkan dulu beban kehidupan rakyat agar terkurangi beban ekonominya, agar dia tidak berhutang dan mereka terpenuhi kebutuhan dasar pokoknya yaitu kepentingan mereka untuk kepentingan konsumsi, kepentingan pendidikan, itu dulu yang saya inginkan," tuturnya.
"Kalau orang tuanya yang punya kemampuan ekonomi anaknya bisa piknik bersama orang tuanya, kan gak ada problem sebenarnya," tandasnya.
Editor : Rizal Fadillah