get app
inews
Aa Text
Read Next : 61 Tahun Golkar Jabar: Nggak Cuma Seremoni, Langsung Gaskeun Hitung Mundur Pemilu 2029

Pengurus Satkar Ulama Jawa Barat Dilantik, Kang Ace: Penggerak Kemenangan Golkar

Minggu, 30 November 2025 | 13:39 WIB
header img
Pelantikan pengurus Satkar Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ketua dan pengurus Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP Satkar Ulama Dr HM Idris Laena di Aula Kantor DPD Partai Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Sabtu (29/11/2025). 

Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Tubagus Ace Hasan Syadzily mengatakan, Satkar Ulama didirikan di Ciomas, Banten. 

"Bagi saya, Satkar Ulama memiliki ikatan emosional mendalam. Sebab, salah satu pendiri Satkar Ulama di Banten adalah almarhum ayah saya. Jadi, Satkar Ulama itu sudah menjadi bagian dari hidup kami sekeluarga," kata Kang Ace, sapaan akbar Tubagus Ace Hasan Syadzily.

Kekuatan Satkar Ulama, jelas Kang Ace, menjadi penggerak utama bagi kemenangan Partai Golkar. Terutama dulu di era Orde Baru. Di Jawa Barat, Satkar Ulama pada 1971, ada ulama besar yang berani masuk Golkar. 

Sementara, hampir semua ulama dan ustaz di era itu pada 1973, cenderung ke Parmusi dan NU. Tapi ada kiai yang berlatar belakang tarekat justru masuk Golkar. 

Kang Ace mencontohkan, di Banten, salah satunya adalah Abuya Machmud yang kemudian mendirikan Satkar Ulama. Di Jawa Barat, Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin atau Abah Anom. 

Di Jawa Timur adalah KH Mustain Romly, mursyid Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah Darul Ulum Pataruman. Sampai sekarang keluarganya masih Golkar. Sedangkan di Jawa Tengah, KH Nawawi Berjan yang salah satu putranya menjadi Rais JATMA.

Sedangkan di Jawa Barat, ketika masih bersatu dengan Banten, kekuatannya (Golkar) adalah para kiai dan ABRI. Maka Golkar di era Orde Baru selalu menang di Jawa Barat. 

"Kenapa kekuatan ulama? Karena yang menang pemilu pada 1955 di Jawa Barat adalah Partai Masyumi," ujar Kang Ace yang juga Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. 

Dulu Jawa Barat, tutur Kang Ace, terutama di wilayah Priangan, lebih condong ke Masyumi karena Islam-nya lebih dekat ke Islam puritan yang dulu diwarnai oleh Kartosuwirjo, pemimpin DI TII. Sedangkan PKI tidak pernah menang di Jawa Barat. 

Hebatnya di Jawa Barat ini, tegas Kang Ace, ulama selalu bergandengan tangan dengan ABRI. Karenanya, untuk menghancurkan PKI, yang diturunkan adalah pasukan Siliwangi. Karena Siliwangi dekat sekali dengan Islam.

"Karena itu, saya berbahagia sekali karena yang menjadi ketua dan pengurus Satkar Ulama Indonesia Jawa Barat ini anak-anak muda, alumni Golkar Institut. Saya senang, ini bisa menambah energi," tutur Kang Ace.

Kang Ace sangat berharap dengan anak-anak muda, ketua dan pengurus Satkar Ulama Indonesia Jabar, lebih menguatkan kembali sinergi antara ulama dengan umara. 

Apalagi beberapa pengurus Satkar Ulama Indonesia Jabar juga aktivis Barisan Ulama Muda Indonesia (BUMI). 

"Bangkitkan kembali spritualitas kebangsaan dan jadikan Golkar melalui Satkar Ulama Indonesia, obor dari politik yang didasarkan kepada kemaslahatan umat," ucapnya.

Satkar Ulama Indonesia yang dipimpin anak-anak muda harus mendorong pemimpin-pemimpin Partai Golkar untuk berkiprah di politik berlandaskan semangat kemaslahatan umat. 

Apalagi dalam sejarahnya, ulama-ulama pendiri Satkar Ulama adalah yang memiliki kecintaan kepada Tanah Air dan bangsa.

"Karena peran para ulama itu lah, Indonesia bisa kokoh dan tegak hingga saat ini. Bagi Partai Golkar Jawa Barat, rajut kembali hubungan harmonis antara para santri, pesantren, ulama, dan umara," ujar Kang Ace yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Kang Ace menuturkan, berkat hubungan baik yang terjalin antara Partai Golkar dengan ulama dan pesantren, raihan suara meningkat. Di daerah basis pesantren, suara Golkar naik signifikan.

"Contoh, di daerah pemilihan (Dapil) Tasikmalaya, kursi Golkar di DPR RI naik dari satu menjadi dua. Di Cianjur yang juga basis pesantren, naik menjadi dua kursi," tutur Kang Ace.

Berkat kita membangun partai ini lebih terbuka kepada santri, dunia pesantren para ulama, Golkar Jawa Barat bisa memenangkan Pemilu Legislatif 2024. Tentu di Pemilu 2029, Golkar Jabar harus bisa meningkatkan kursi di Jawa Barat.

"Mudah-mudahan di Pemilu 2029, kita perkokoh kekuatan, terutama di kalangan santri. Seperti saya sampaikan, historis, sosiologis, Jawa Barat itu Masyumi," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kang Ace memberikan motivasi dan dorongan semangat kepada para santri yang tengah menimba ilmu di pesantren. 

Menurut Kang Ace, baru kali ini Gubernur Lemhannas RI dipimpin oleh sipil yang berlatar belakang santri, yaitu, Tubagus Ace Hasan Syadzily.

"Saya ingin memberikan motivasi kepada para santri, anak-anak muda yang berlatar belakang pesantren. Tidak perlu punya rasa underdog atau underconfidence atau minder. Kita (santri) bisa menjadi apa pun," kata Kang Ace.
 
Acara pelantikan berlangsung khidmat dihadiri Ketua Umum DPP Satkar Ulama Dr H M Idris Laena, Wakil Ketua Umum DPP Satkar Ulama Dr H Mujib Rohmat, Ketua Satkar Ulama Indonesia Provinsi Jabar M Sahrul Fadli SAp M.Tr.Ip dan seluruh pengurus.

Kemudian, Sekretaris DPD PG Jabar MQ Iswara, anggota DPRD Jabar Yomanius Untung, dan Wakil Ketua DPD PG Jabar Rahmat Sulaeman.

Editor : Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut