Digitalisasi Kuliner di Jawa Barat: Hanya 33 Persen UMKM yang Melek Internet, Apa Kendalanya?
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sektor UMKM kuliner di Jawa Barat terus didorong untuk masuk ke ekosistem digital. Langkah ini menjadi krusial mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) akhir 2024 menunjukkan bahwa dari 4,85 juta usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia, baru sekitar 33,13 persen yang telah menggunakan internet untuk keperluan penjualan, promosi, dan transaksi.
Menanggapi kondisi tersebut, program "Maju Bersama GoFood" resmi hadir di Bandung setelah sebelumnya sukses menjangkau pelaku usaha di Jakarta dan Makassar pada penghujung 2025. Inisiatif ini merupakan kolaborasi strategis antara GoFood (Gojek) dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Daerah Jawa Barat.
Hambatan administrasi yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha kini dipangkas melalui inovasi digital. VP of Sales Gojek, Dani Oktobianto, menjelaskan bahwa para pemilik warung atau restoran kini dapat bergabung menjadi mitra hanya dalam waktu lima menit.
"Melalui aplikasi GoFood Merchant, pelaku usaha cukup mengunduh aplikasi, memasukkan data KTP serta nomor rekening, dan mereka sudah bisa langsung berjualan secara daring," tuturnya.
Kemudahan ini ditambah dengan fitur scan menu. Pemilik usaha hanya perlu memotret daftar menu fisik mereka, dan sistem secara otomatis akan mengunggahnya ke halaman toko digital. Hal ini memungkinkan para pedagang untuk tetap fokus pada kualitas hidangan dan pelayanan pelanggan.
Editor : Agung Bakti Sarasa