Profil John Herdman, Pelatih Anyar Timnas Indonesia dengan Rekam Jejak Piala Dunia
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - PSSI akhirnya mengakhiri spekulasi soal kursi pelatih Timnas Indonesia. Pada Sabtu (3/1), federasi sepak bola nasional tersebut secara resmi mengumumkan John Herdman sebagai nahkoda baru skuad Garuda.
Nama Herdman memang telah ramai diperbincangkan dalam beberapa pekan terakhir sebagai kandidat kuat pengganti Patrick Kluivert. Kepastian itu kini terjawab setelah PSSI mengumumkan penunjukan pelatih asal Inggris tersebut secara terbuka.
Melalui laman resminya, PSSI menyampaikan pengumuman dengan tajuk, "Resmi! PSSI Tunjuk John Herdman, Arsitek Level Piala Dunia Siap Bawa Garuda Masuki Era Baru." Pelatih berusia 50 tahun itu dipercaya memimpin Tim Merah Putih berbekal pengalaman panjang di level internasional.
Dalam pernyataan resmi tersebut, PSSI menyoroti rekam jejak Herdman yang dinilai luar biasa dan jarang dimiliki pelatih lain di dunia.
"PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA," tulis PSSI.
Reputasi Herdman terbangun sejak kiprahnya bersama tim nasional putri Kanada. Di bawah arahannya, Kanada tampil di Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011. Tak hanya itu, Herdman juga mencatat prestasi gemilang dengan mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.
Kesuksesan tersebut berlanjut ketika ia menangani tim nasional putra Kanada. Herdman sukses mengakhiri penantian panjang dengan membawa Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, pertama kalinya setelah absen selama 36 tahun. Pencapaian itu turut mendongkrak peringkat FIFA Kanada secara signifikan, dari posisi 77 hingga menembus peringkat 33 dunia.
Kini, publik sepak bola Indonesia menanti sentuhan tangan dingin John Herdman untuk membuka babak baru perjalanan Timnas Indonesia di panggung internasional.
Editor : Agung Bakti Sarasa