get app
inews
Aa Text
Read Next : Antisipasi Kunjungan Wisatawan Gelombang Kedua, Polres Cimahi Pertebal Personel di Kawasan Lembang

Lembang Masih Jadi Magnet untuk Liburan, Wisatawan ke KBB Saat Nataru Naik Hampir 40%

Senin, 05 Januari 2026 | 16:16 WIB
header img
Kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata di kawasan Lembang, KBB, pada libur Natal dan Tahun Baru kali ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mengalami peningkatan.

Hal ini jadi sinyalemen positif dan menjadi bukti bahwa objek wisata di KBB khsususnya di kawasan Lembang masih jadi pilihan utama bagi wisatawan untuk berlibur.

"Berdasarkan data selama libur Natal dan Tahun Baru kali ini, angka kunjungan wisatawan ada kenaikan dari tahun lalu," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot, Senin (5/1/2026).

David menyebutkan, kenaikan kunjungan wisatawan itu cukup siginifikan. Yakni selama periode tanggal 22 Desember 2025 hingga tanggal 4 Januari 2026 mencapai sebanyak 333.018 wisatawan.

Sementara itu jika dibandingkan periode libur Nataru sebelumnya hanya mencatat sebanyak 239.293 kunjungan wisatawan. Itu artinya terjadi penambahan sebanyak 93.725 wisatawan atau sekitar 39,2%.

"Jumlah itu berdasarkan hasil monitoring Disparbud KBB di 16 destinasi wisata yang didominasi di kawasan Lembang," ucapnya.

Tak hanya berdampak pada destinasi wisata, peningkatan kunjungan juga tercermin di sektor penginapan. Tingkat keterisian kamar (okupansi) di 12 hotel dan penginapan yang dipantau Disparbud KBB mencapai 69%, naik dari tahun lalu yang hanya 64%.

“Okupansi penginapan meningkat sekitar 5% dan itu linier dengan naiknya jumlah wisatawan yang datang ke Bandung Barat,” kata David.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke KBB pada libur Nataru kali ini.

Di antaranya perbaikan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur jalan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Kemudian hadirnya wahana dan atraksi baru di sejumlah destinasi turut menjadi daya tarik wisatawan. Serta waktu libur Natal dan Tahun Baru yang cukup panjang karena ada dua kali long weekend.

Faktor lain yang berperan adalah kolaborasi lintas pemerintah daerah serta kepatuhan pelaku usaha pariwisata terhadap regulasi selama masa libur Nataru.

"Sekarang pelaku usaha pariwisata dan wisatawan juga semakin siap dalam mitigasi bencana, mengikuti SOP kebencanaan, serta memperhatikan informasi cuaca dari BMKG,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut