The Jack Dilarang ke Bandung, Polisi Sekat Perbatasan Jawa Barat-Jakarta
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - The Jack, suporter Persija Jakarta dilarang datang ke Kota Bandung untuk menyaksikan langsung laga el clasico antara Persib melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (11/1/2026).
Untuk mengantisipasi The Jack masuk Bandung, petugas kepolisian akan melakukan penyekatan di wilayah perbatasan Jawa Barat-DKI Jakarta.
Selain itu, petugas kepolisian juga akan menjaga ketat pintu masuk ke Kota Bandung, terutama stasiun kereta api dan bus.
"Pengamanan ketat ini belajar dari peristiwa 2018. Kami tidak ingin peristiwa yang merugikan Persib dan menyebabkan gagal menjadi juara itu terulang," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, Kamis (8/1/2026).
Irjen Rudi menghimbau semua pihak, terutama suporter Persija mematuhi peraturan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang tidak meperbolehkan suporter lawan (Persija) untuk hadir di Stadion GBLA.
"Jadi dilarang suporter dari lawan untuk hadir. Semua ruang kita akan lakukan monitoring. Ruang siber, mungkin ada ajakan, ada tantangan dan sebagainya ini kita akan monitor supaya kita bisa antisipasi," ujar Irjen Rudi.
Personel kepolisian, tutur Kapolda, akan menjaga pintu-pintu masuk wilayah Jawa Barat, termasuk stasiun kereta api, terminal, dan lain sebagainya.
"Kita akan melakukan monitoring dan penjagaan supaya bisa mengantisipasi jangan sampai ada (suporter Persija) yang melanggar aturan PSSI, hadir di Bandung," tutur Kapolda.
Sementara itu, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan mengatakan, kehadiran bobotoh di Stadion GBLA menjadi tenaga tambahan bagi Persib Bandung.
"Kehadiran bobotoh memberikan semangat lebih bagi tim untuk bisa memenangkan pertandingan. Kami mengimbau bobotoh tetap jaga keamanan, keselamatan bersama, dan ikuti aturan," kata Adhitia.
Adhitia menjelaskan, sesuai kesepakatan dengan kepolisian, panpel pertandingan menjual 26.000 tiket. Saat ini, semua tiket telah terjual.
Untuk mengantisipasi keamanan, ujar Adhitia, panpel secara intensif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kepolisian termasuk organisasi bobotoh.
Dalam rapat, ujar Adhitia, panpel menyampaikan beberapa masukan soal pengamanan lebih ketat di titik dan segala macam. "Kami juga menambah personal steward lebih banyak," ujar Adhitia.
Panpel, tutur dia, juga melibatkan beberapa akun komunitas untuk mengimbau dan mendorong teman-teman agar lebih aman, tenteram, dan tertib.
"Kami terus memantau media sosial (medsos) untuk mengetahui potensi yang akan mungkin terjadi," tuturnya.
Terkait antisipasi pendukung Persija masuk ke Stadion GBLA, Adhitia memastikan, telah berkoordinasi dengan kepolisian.
"Antisipasi kami selalu lakukan dengan tim kepolisian. Dari pihak PT (PT Persib Bandung Bermartabat) berkomunikasi langsung dengan pihak Persija," ucap Adhitia.
Secara personal, ungkap Adhitia, juga berkomunikasi dengan tim sekretaris Persija, meminta bantuan agar terus melakukan himbauan agar suporter Persija tidak datang ke Bandung.
"Pada dasarnya ini kolaborasi interunit, dari kepolisian, bobotoh, dan PT PBB. Kami juga berharap teman-teman komunitas membantu jika ditemukan ada potensi atau gerak gerik menuju ke sana, bisa dibantu untuk diingatkan dan dihubungkan kepada pihak terkait," ungkapnya.
Editor : Agus Warsudi