Legenda Sniper Tatang Koswara: Kecoh Pemberontak Fretilin Pakai Sepatu Alas Terbalik Khas Cibaduyut
Kecerdikan Tatang tidak hanya terletak pada sepatunya. Pria yang menggunakan sandi "S-3" alias Siluman 3 ini memiliki prinsip tempur yang sangat disiplin. Berdasarkan doktrin Green Berets yang pernah melatihnya, Tatang selalu membawa 50 butir peluru dalam setiap misi: 49 peluru untuk musuh, dan 1 peluru terakhir untuk dirinya sendiri.
Peluru terakhir itu disiapkan agar ia bisa mengakhiri hidupnya sendiri jika tertangkap oleh lawan, demi menjaga rahasia negara. Beruntung, peluru ke-50 itu tidak pernah ia gunakan hingga masa pensiunnya.
Kehebatan Tatang Koswara diakui secara internasional melalui buku Sniper Training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith. Namanya bersanding dengan sniper-sniper ternama dunia lainnya seperti Simo Häyhä dari Finlandia.
Sang legenda wafat pada 3 Maret 2015, namun kisah kecerdikannya menggunakan "teknologi" lokal Cibaduyut untuk memenangkan taktik perang gerilya tetap abadi menjadi inspirasi bagi prajurit TNI hingga saat ini.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta