Target-Measure-Act: Formula Baru Jabar Redam Emisi dari Tumpukan Sisa Makanan
Dia menuturkan, melalui GRASP 2030, IBCSD mendorong kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan yang sejalan dengan SDG 12.3.
"Tujuannya agar aksi pengurangan susut dan sisa pangan dapat lebih terukur dan berdampak,” tuturnya.
Gotong Royong Atasi Susut & Sisa Pangan 2030 (GRASP 2030) telah menghimpun 18 perusahaan dan 28 organisasi yang berkomitmen mengurangi SSP sesuai target SDG 12.3 dan RPJMN 2025-2029.
Platform ini mendorong kolaborasi strategis dengan pendekatan Target–Measure–Act, serta memfasilitasi panduan redistribusi pangan dan forum kerja lintas sektor.
Dengan semangat gotong royong, Jawa Barat diharapkan menjadi provinsi percontohan dalam pengurangan SSP dan implementasi pembangunan rendah emisi berbasis kolaborasi multipihak.
Untuk diketahui, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) adalah asosiasi perusahaan di Indonesia yang dipimpin oleh para CEO
IBCSD berkomitmen mempromosikan pembangunan berkelanjutan melalui pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, keseimbangan ekologi, dan kemajuan sosial.
Peluncuran dewan bisnis ini pada April 2011 menandai kemitraan jaringan global WBCSD di Indonesia.
IBCSD memfasilitasi kepemimpinan bisnis berkelanjutan, bermitra dengan pemerintah dan masyarakat sipil, serta menyediakan solusi untuk kebijakan Indonesia.
Sedangka GRASP 2030 merupakan wadah kolaborasi multi-pihak, termasuk sektor bisnis, pemerintah, dan aktor lain di sepanjang rantai nilai pangan.
Wadah ini bertujuan menghasilkan solusi dalam mengurangi susut dan sisa pangan (food loss and waste) di Indonesia.
GRASP 2030 diinisiasi oleh IBCSD dengan dukungan Waste and Resources Action Programme (WRAP).
Sejalan dengan target SDG 12.3 dan RPJMN 2025-2029, GRASP 2030 menekankan aksi bersama lintas sektor yang terukur dan berdampak.
Tujuannya untuk menekan kerugian ekonomi, dampak sosial, dan emisi lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan usaha.
Editor : Agus Warsudi