Santri Tunanetra Sam'an-Jurig Bandung Ajak Masyarakat Berantas Buta Aksara Alquran
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sejumlah santri dari Pesantren Tunanetra Sam’an berkolaborasi dengan Komunitas Jurig Bandung menggelar kegiatan sosial kreatif bertajuk "Buka Mata" di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (24/1/2026).
Melalui kegiatan itu, para santri Pesantren Tunanetra Sam’an di bawah naungan Cinta Quran Foundation, mengajak masyarakat memberantas buta aksara Alquran.
Kegiatan itu berlangsung seru dan unik. Warga yang sedang berwisata di kawasan itu foto bersama para jurig (hantu). Sedangkan para jurig memegang letter board berisi pesan dan ajakan untuk belajar membaca kitab suci Alquran.
Rintik hujan yang membasahi kawasan bersejarah Jalan Asia-Afrika tak menyurutkan antusiasme warga. Senyum dan tawa para pengunjung mewarnai kegiatan itu.
Fikar, salah satu koordinator lapangan dari Cinta Quran Foundation mengatakan, kegiatan bertajuk "Buka Mata" merupakan ikhtiar menyambut Ramadhan yang tinggal menghitung hari.
"Para santri tunanetra bersama "sosok-sosok hantu" ikonik dari Komunitas Jurig Bandung berdiri berjajar membawa letter board berisi kutipan-kutipan jenaka," kata Muhammad Fikar.
Fikar menyatakan, pesan-pesan yang disampaikan melalui letter board tersebut menggelitik kerinduan warga Bandung dan wisatawan terhadap suasana Ramadan.
"Sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kedekatan umat Islam dengan Alquran," ujar Fikar.
Menurut Fikar, sosok hantu yang diperankan Komunitas Jurig Bandung merepresentasikan godaan setan yang kerap menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan maksiat.
Kehadiran para santri menjadi simbol datangnya bulan suci Ramadhan yang membuat para “setan” lari terbirit-birit.
"Adegan ini merujuk pada hadis bahwa selama Ramadhan, Allah membelenggu setan-setan sehingga manusia lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada kebaikan," ujarnya.
Fikar menuturkan, alasan kegiatan ini bertajuk "Buka Mata", terdapat pesan mendalam mengenai realita umat Islam di Indonesia.
Berdasarkan data Institut Ilmu Quran (IIQ) tahun 2024, sebanyak 72,25 persen muslim di Indonesia belum bisa membaca Alquran.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk 'membuka mata' hati. Meskipun santri-santri kami memiliki keterbatasan penglihatan fisik, semangat mereka untuk meraih keberkahan dan cinta dari Alquran tidak pernah padam," tutur Fikar.
"Ironis jika kita yang memiliki penglihatan sempurna justru belum bisa membaca kalam-Nya," ucap Fikar.
Menurut Fikar, kegiatan ini bentuk komitmen Cinta Quran Foundation sebagai lembaga terdepan dalam mensyiarkan Alquran dengan visi besar mengentaskan buta aksara Alquran di seluruh penjuru negeri. "Cinta Quran meyakini bahwa Alquran adalah solusi hidup," ujarnya.
Gerakan ini, tutur Fikar, bertujuan menyatukan seluruh elemen masyarakat agar bahu-membahu memberikan akses pendidikan Quran bagi mereka yang membutuhkan, termasuk kelompok disabilitas.
Cinta Quran Foundation
Cinta Quran Foundation adalah lembaga sosial keagamaan yang berfokus pada dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan dengan misi utama membebaskan Indonesia dari buta aksara Alquran.
Melalui berbagai program inovatif seperti Pesantren Tuna Netra Sam’an, Cinta Quran terus bertransformasi menjadi wasilah bagi umat untuk kembali kepada ajaran Alquran.
Mari menjadi bagian dari perubahan, jangan biarkan angka 72,25 persen terus bertahan.
Mari dukung dan ikuti terus perkembangan perjuangan Cinta Quran Foudation dalam menghapus buta aksara Quran di Indonesia melalui:
Instagram: @cintaquranfoundation/@samanquran. Website: cqfoundation.or.id.
Editor : Agus Warsudi