get app
inews
Aa Text
Read Next : Nuzulul Quran Jadi Momentum Refleksi Umat, Kembali Pada Spirit Ilmu dan Peradaban

Pesan Tegas PUI di Ramadan, Umat Harus Kembali ke Al-Qur’an atau Tergerus Zaman

Kamis, 12 Maret 2026 | 21:22 WIB
header img
Penasihat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Ummat Islam, Prof. Dr. KH. Achmad Tjachja Nugraha (kedua kiri) mengingatkan momentum Nuzulul Qur'an harus menjadikan umat kembali kepada ajaran Al-Qur'an, Kamis (12/3/2026). Foto/Istimewa

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Organisasi keagamaan berperan penting dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Salah satunya adalah Persatuan Ummat Islam (PUI) yang juga berperan dan memiliki tanggung jawab besar untuk terus menguatkan dakwah dan pendidikan umat.

"Al-Qur'an harus senantiasa didalami, baik melalui membaca, memahami, maupun mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Di sinilah peran organisasi keagamaan dalam menjaga nilai-nilai Al-Qur’an di masyarakat," kata Penasihat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Ummat Islam (PUI), Prof. Dr. KH. Achmad Tjachja Nugraha, Kamis (12/3/2026).

Dikatakannya, sejak berdiri PUI dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui jaringan pesantren, sekolah, dan berbagai lembaga sosial,

PUI berupaya menghadirkan nilai-nilai Islam yang moderat, berilmu, dan berakhlak.

Menurutnya, peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW menandai awal lahirnya peradaban Islam yang menjunjung tinggi ilmu, akhlak, dan keadilan.

Prof. Achmad menilai peristiwa Nuzulul Qur’an di Bulan Ramadan harus dimaknai sebagai dorongan bagi umat Islam untuk dekat dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga memberikan arah dalam kehidupan sosial, pendidikan, hingga pembangunan peradaban umat.

“Peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya memperkuat kesadaran umat bahwa Al-Qur’an adalah sumber nilai dan inspirasi dalam membangun kehidupan yang beradab, berilmu, kebenaran dan berkeadilan. Al-Qur'an dapat menjadi rujukan penyelesaian permasalahan kehidupan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan firman Allah dalam Al-Qur’an yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al-‘Alaq: 1).

Ayat tersebut, menurutnya, menjadi dasar penting bahwa Islam sangat menekankan ilmu pengetahuan dan pendidikan sebagai fondasi kemajuan umat. Pendidikan agama dan sekolah merupakan bagian penting bagi generasi muda.

Kemudian Allah SWT berfirman bahwa Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil. (QS. Al-Baqarah: 185).

Tidak lupa Prof. KH. Achmad Tjachja yang juga sebagai Kelompok Ahli (Pok Ahli) BNN RI mengungkapkan agar ditingkatkan peran santri dalam menjaga santri, pesantren, sekolah hingga keluarga dan lingkungan dari pengaruh penyalanggunaan narkoba yang telah merangsek hingga desa dan sekolah.

"Dengan semangat Nuzulul Qur'an mari kita juga perkuat peran organisasi Islam, para ulama, serta santri untuk sama sama perangi narkoba," tandasnya.

Selain itu Ketua Umum DPP PUI H Raizal Arifin menyampaikan tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut organisasi Islam untuk terus adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.

“PUI harus terus hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi muda agar nilai-nilai Al-Qur’an tetap hidup dalam kehidupan umat,” kata dia.

Selain itu, ia menekankan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga moral dan peradaban umat. Santri tidak hanya dikenal sebagai pelajar di pesantren, tetapi juga sebagai generasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam melanjutkan tradisi keilmuan Islam.

Menurutnya, dari pesantren telah lahir santri yang menjadi tokoh dengan kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan bangsa.

“Santri harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka adalah penjaga nilai-nilai keislaman sekaligus penggerak perubahan sosial,” jelasnya.

Ia berharap momentum Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H dapat memperkuat semangat umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Sekaligus mendorong lahirnya generasi santri yang mampu menjawab tantangan dan permasalahan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut