Amal Mulia: 2026, Tahun Tebar Kebaikan Lebih Besar di Dalam dan Luar Negeri
Capaian Kinerja 2025
Direktur Yayasan Harapan Amal Mulia Agis Muhsin sangat bersyukur atas capaian kinerja Amal Mulia sepanjang 2025.
Sepanjang 2025, kata Agis, Amal Mulia telah mencatatkan kontribusi signifikan melalui ratusan aksi kemanusiaan, dari kebencanaan, penanggulangan kemiskinan ekstrem, hingga penguatan sarana ibadah dan pemberdayaan masyarakat di pelosok negeri.
"Alhamdulillah, selain melakukan aksi kemanusiaan di dalam negeri, kami juga aktif melakukan aksi kemanusiaan di luar negeri, seperti di Palestina dan Sudan," kata Agis.
Aksi kemanusiaan itu, ujar Agis, dilaksanakan berdasarkan empat pilar utama program, yaitu, Amal Syiar Islam, Harapan Anak Indonesia, Harapan Kemandirian Insani, dan Amal Mulia Peduli.
Agis menjelaskan, dalam merealisasikan Pilar Amal Syiar Islam, Amal Mulia membangun 14 masjid baru, mendukung 7 masjid melalui renovasi ringan, dan membangun 10 fasilitas air bersih untuk menunjang kesehatan dan aktivitas ibadah masyarakat.
"Sebagian berada di wilayah 3T atau kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia," ujar Agis.
Masjid yang dibangun Amal Mulia antara lain, Masjid Nur Rahman (Nusa Tenggara Timur), Masjid Riyadhul Hilm (Jambi), Masjid Riyadul Falah (Jawa Barat), Masjid At-Taqwa (Jawa Barat).
Masjid Al-Amin (Sulawesi Utara), Masjid Darussalam (Sulawesi Utara), Masjid Ar-Rahmah (Sulawesi Utara), Masjid Al-Jihad (Jawa Barat), Masjid Nurul Yaqin (Riau), Masjid Baitul Ibadah (Aceh).
Masjid Al-Mujahidin (Nusa Tenggara Timur), Masjid Al-Hasanah (Jawa Barat), dan Masjid Ar-Rosi (Sulawesi Utara).
"Kami juga membangun Masjid Darurat di Gaza, Palestina pasca gencana senjata kemarin," tutur Agis.
Menurut Agis, Amal Mulia memandang masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat kehidupan umat yang berperan dalam penguatan spiritual, sosial, dan pendidikan.
Sedangkan dalam upaya mendukung program nasional penanggulangan kemiskinan ekstrem, Amal Mulia melalukan tiga hal.
Pertama, peningkatan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi dan wakaf produktif.
Kedua, pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui bantuan pangan, kesehatan, dan kebutuhan dasar.
"Ketiga, penghapusan kantong-kantong kemiskinan dengan menyasar wilayah rentan dan kelompok yang sulit dijangkau," ucap Agis.
Pada 2025, Amal Mulia menggelar Gerakan Dapur Mulia dengan menyalurkan 950 kilogram (kg) beras dan 3.761 porsi makanan siap saji bagi masyarakat dhuafa.
Program ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama warga setempat dan diterima sebagai bentuk kepedulian sosial yang memperkuat ketahanan pangan komunitas.
Amal Mulia, kata Agis, juga berkontribusi dalam penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Amal Mulia hadir di lokasi bencana, seperti di Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Kabupaten Agam, Kota Padang, dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Kami menyalurkan paket sembako, mendirikan dapur umum, makanan siap saji, hygiene kit, posko trauma healing, serta fasilitas ibadah darurat," ujar Agis.
Dia menegaskan Amal Mulia tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga tahap pemulihan awal.
Editor : Agus Warsudi