Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu: Truk Tronton Mundur Hantam 3 Mobil, 3 Nyawa Melayang
SUMEDANG, iNewsBandungraya.id – Kecelakaan maut beruntun yang sangat tragis mengguncang ruas Tol Cisumdawu pada Senin (26/1/2026) pagi. Insiden maut ini terjadi di Jalur A Km 179 arah Sumedang dan melibatkan empat kendaraan sekaligus, yang mengakibatkan tiga orang nyawa melayang seketika di lokasi kejadian.
Pemandangan memilukan terekam dalam video amatir yang memperlihatkan sebuah truk tronton bernomor polisi AD 8826 AH melintang dalam kondisi hancur berantakan di tengah jalan. Truk besar tersebut menjadi aktor utama dalam tabrakan beruntun yang turut menyeret tiga mobil pribadi di belakangnya, yakni Toyota Altis, Toyota Vios, dan Honda Mobilio. Benturan yang sangat keras membuat mobil sedan mengalami kerusakan paling parah hingga merenggut nyawa tiga penumpangnya.
Ketiga korban tewas teridentifikasi sebagai Faiz (27) dan Muhammad Teguh (29) asal Riau, serta Achmad Arifa (33) asal Kota Langsa, Aceh. Pihak RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang mengonfirmasi bahwa ketiga korban tiba di rumah sakit dalam kondisi meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala. Sementara itu, satu-satunya korban selamat adalah sopir truk yang saat ini tengah berjuang melewati masa kritis di ruang IGD akibat mengalami patah tulang kaki yang cukup serius.
Dugaan sementara di lapangan menyebutkan bahwa tragedi ini bermula saat truk tronton tersebut gagal menanjak di medan Tol Cisumdawu yang cukup terjal. Kendaraan berat itu mendadak kehilangan tenaga lalu bergerak mundur tanpa kendali, menghantam deretan kendaraan di belakangnya yang tengah melaju dari arah Cirebon menuju Bandung.
Hingga saat ini, suasana di Km 179 masih dalam penanganan intensif oleh Unit PJR Tol Cisumdawu dan Unit Laka Lantas Polres Sumedang. Petugas terpaksa menutup sebagian jalur guna melakukan olah TKP dan mengevakuasi bangkai kendaraan yang ringsek. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab teknis di balik kegagalan truk tersebut yang telah memicu petaka maut di pagi hari.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta