Revolusi Hijau di Industri Susu, Pengurangan Emisi hingga Masa Depan Berkelanjutan
Ahmad Muzaki menyebut, selain berdampak pada lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan juga mulai menunjukkan efek pada efisiensi operasional.
“Dari efektivitas produksi dan penghematan tentunya ada. Memang angkanya setiap bulan berbeda, karena teknologi dipengaruhi banyak faktor. Tapi sejak Agustus sampai Desember, sudah terlihat potensi efisiensi energi dan cost efficiency di MCP,” ujarnya.
Program pendampingan ini sendiri telah berjalan hampir dua tahun, mulai dari tahap penghitungan hingga implementasi teknis di lapangan.
“Implementasi teknisnya sekitar enam bulan terakhir. Setiap bulan kami pantau datanya untuk melihat bagaimana efisiensi bisa terus ditingkatkan dan dioptimalkan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan HSBC Indonesia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung adopsi praktik rendah karbon di berbagai sektor.
“Program ini bermitra bersama WRI dan merupakan bagian dari program filantropi atau CSR. Tujuannya supaya sektor-sektor tertentu mulai mengadopsi praktik dan operasional yang berkelanjutan atau low carbon,” ujarnya.
Ke depan, WRI Indonesia membuka peluang pengembangan teknologi serupa di titik-titik lain. Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta komitmen berkelanjutan dari pelaku industri, model dekarbonisasi di KPBS Pangalengan diharapkan tak hanya menekan emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi peternak rakyat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Editor : Rizal Fadillah