Gubernur Lemhannas: Ketahanan Nasional Tak Cukup Hanya Fisik, Tapi Juga Ketangguhan Pemimpin
Kedua, wawasan global yang kuat, terutama dalam memahami geopolitik dan dampaknya terhadap ketahanan nasional.
Ketiga, pemimpin dituntut memiliki kemampuan solutif dan strategis dalam merespons tantangan konkret, dari isu energi, pangan, hingga industri nasional.
Keempat, keberanian untuk menegaskan dan menjaga kepentingan nasional serta kedaulatan negara di tengah arus globalisasi.
"Kelima, kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujar Kang Ace.
Gubernur Lemhannas RI menuturkan, penguatan karakter kepemimpinan itu selaras dengan arah pembangunan nasional dan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
Lemhannas RI, tutur dia, terus berperan sebagai laboratorium gagasan kebangsaan dalam menyiapkan kader-kader pemimpin strategis bangsa.
“Ketahanan nasional bukan hanya soal pertahanan fisik, tetapi juga ketangguhan kepemimpinan dalam membaca zaman dan mengambil keputusan yang berpihak kepada masa depan bangsa,” tutur Ketua DPD Partai Golkar Jabar itu.
Dia menegaskan, sinergi antara pemerintah, lembaga negara, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi gejolak global secara bermartabat dan berdaulat.
Editor : Agus Warsudi