Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bupati Dadang Blak-blakan ke Dedi Mulyadi, Bongkar Habis Kasus Rp128 Miliar PT BDS
Advertisement . Scroll to see content

Dedi Mulyadi: Tak Ada Negosiasi, Pasirlangu Wajib Jadi Hutan Seutuhnya

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:19 WIB
  • author Muhammad Rafki Razif
Dedi Mulyadi: Tak Ada Negosiasi, Pasirlangu Wajib Jadi Hutan Seutuhnya
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: M Rafki)

Pertama adalah morfologi yang ekstrem. Dimana kondisi kemiringan lereng di titik awal longsor tercatat sangat curam, berkisar antara 30 hingga 40 derajat.

“Morfologi adanya perbedaan-perbedaan tinggi morfologi antara yang daerah landaan dan daerah yang ancam. Jadi, itu sangat tinggi sekali. Jadi, kemiringan dari yang mulai ekstrim dari sekitar 30 sampai 40 derajat kemudian menuju ke kemiringan antara 20 sampai 30 derajat,” kata Anjar saat dihubungi, Selasa (28/1/2026).

Perbedaan ketinggian yang mencolok antara area puncak dan lembah menyebabkan massa tanah memiliki energi potensial yang besar saat bergerak turun.

Faktor kedua adalah lapisan tanah vulkanik yang tebal. Dimana ditemukan bahwa ketebalan tanah pelapukan di lokasi mencapai lebih dari 15 meter. Tanah yang berasal dari material vulkanik ini memiliki sifat gembur dan sangat mudah menyerap air.

"Tanah setebal itu mengalami penjenuhan akibat pemicu eksternal, sehingga saat mencapai titik jenuh, material tersebut tertransportasi ke lereng bawah dalam volume yang besar," jelas Anjar.

Faktor ketiga yang paling krusial adalah sistem drainase alami yang menjadi tempat berkumpulnya air. Didukung data BMKG yang menunjukkan curah hujan ekstrem di atas 200 mm per hari, air berkumpul dalam satu jalur yang sempit.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut