Cafe 88 Society Subang: Satukan Kuliner, Musik, Komunitas, dan Semangat Perjalanan
SUBANG, iNewsBandungRaya.id – Cafe 88 Society resmi diperkenalkan ke publik Subang dengan sebuah perayaan yang terasa seperti deklarasi gaya hidup, Minggu (8/2/2026).
Grand opening yang dimeriahkan oleh RAN, Blackline, dan Electra Band menjadi penanda bahwa tempat ini bukan hanya soal makanan dan minuman, melainkan sebuah ruang sosial baru dengan identitas kuat. Cafe 88 Society yang berlokasi di Jalan Ade Irma Suryani Nasution No 9 Kecamatan Subang Kota, Kabupaten Subang tersebut hadir sebagai ruang singgah gaya hidup yang menggabungkan kuliner, musik, dan komunitas dalam satu atmosfer kebersamaan. Konsepnya modern dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bertemu, berbagi cerita, dan merayakan energi kolektif.
Di balik meriahnya pembukaan Cafe 88 Society Subang, ada satu benang merah yang menarik, yakni semangat kebebasan, kebersamaan, dan perjalanan. Nilai-nilai itu bukan datang tiba-tiba, melainkan tumbuh dari sosok pemiliknya, Fajar Kristianto, seorang pengusaha yang dikenal memiliki hobi motor besar dan budaya riding jarak jauh.
Bagi Fajar Kristianto, dunia motor besar bukan sekadar hobi. Riding adalah ruang refleksi, solidaritas, dan kejujuran, nilai yang sama ia tanamkan dalam konsep Cafe 88 Society. “Di dunia motor, semua orang setara. Yang dicari bukan siapa paling cepat, tapi siapa yang bisa jalan bareng dan sampai bareng. Spirit itu yang kami bawa ke Cafe 88 Society,” ujar Fajar.
Konsep kafe yang modern namun hangat, terbuka untuk berbagai komunitas, mencerminkan kultur basecamp para rider. Sebuah tempat singgah, berbagi cerita, dan menyusun rencana perjalanan berikutnya. Tak heran jika sejak hari pertama, Cafe 88 Society terasa cepat akrab bagi pengunjung dari beragam latar belakang.

Fajar melihat Subang sebagai wilayah persimpangan secara geografis maupun sosial. Banyak komunitas, banyak potensi, namun membutuhkan ruang temu yang sehat dan inklusif. “Kami ingin Cafe 88 Society menjadi titik temu. Bukan cuma anak motor, tapi semua yang punya semangat bergerak, berkarya, dan berjejaring,” tambahnya.
Hobi motor besar juga membentuk cara Fajar memandang bisnis sebagai konsistensi, ketahanan, dan visi jangka panjang. Seperti perjalanan jauh di atas motor, membangun ruang sosial bukan soal cepat, tetapi soal arah dan keberlanjutan.
Antusiasme masyarakat pada hari pembukaan menjadi validasi awal. Cafe 88 Society tak hanya hadir sebagai tempat nongkrong, tetapi sebagai ruang hidup yang membawa identitas: kebebasan, kebersamaan, dan pengalaman.
Ke depan, Cafe 88 Society diproyeksikan menjadi hub gaya hidup di Subang, ruang yang menyatukan kuliner, musik, komunitas, dan semangat perjalanan. “Sebuah tempat yang lahir dari hobi, tumbuh menjadi visi, dan bergerak menuju masa depan,” pungkas Fajar. (*)
Editor : Abdul Basir