get app
inews
Aa Text
Read Next : Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sambangi Rancabali Bandung, Pastikan PKH Dimanfaatkan Sesuai Peruntukan

Jalan Rusak Sejak 1980-an, Warga Desa Cipelah Kabupaten Bandung Kini Taruh Harapan Besar

Selasa, 10 Februari 2026 | 19:48 WIB
header img
Warga saat melintasi Jalan rusak di Kampung Simpang Gunung Leutik, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Foto Agi.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 akan memperbaiki akses jalan di Kampung Simpang Gunung Leutik, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Jalan yang selama puluhan tahun rusak dan sulit dilalui tersebut diharapkan mampu mempermudah aktivitas warga, khususnya petani dalam mengangkut hasil kebun.

Sukmana (67), warga setempat, mengungkapkan kondisi jalan sudah rusak sejak lama dan menjadi keluhan masyarakat. Ia menyebut jalan tersebut merupakan jalur utama menuju kebun sekaligus akses perkebunan yang setiap hari digunakan warga.

“Sebetulnya jalan rusak ini sudah lama, dari sekitar tahun 1980-an. Selama ini kondisinya susah dilalui, apalagi kalau bawa hasil kebun,” ujarnya.

Menurutnya, selama bertahun-tahun warga kesulitan melintas karena kondisi jalan yang rusak dan tidak layak. Bahkan, jalur tersebut juga menjadi penghubung menuju wilayah Citambur, Kabupaten Cianjur.

“Harapannya setelah diperbaiki lewat TMMD, petani bisa lebih mudah bawa hasil tani dan masyarakat juga bisa lewat dengan aman,” katanya.

Hal senada disampaikan Dewi (43) yang mengaku kondisi jalan sangat memprihatinkan, terutama saat musim hujan. Ia mengatakan jalan kerap becek dan rawan menyebabkan warga terjatuh.

“Jalannya jauh sekali, kemarin mah becek dan rusak. Ibu-ibu juga pernah hampir jatuh karena jalannya jelek,” ucapnya.

Ia menambahkan kendaraan roda dua maupun roda empat sering kesulitan melintas, bahkan membawa hasil tani dari kebun menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika kendaraan berpapasan di jalan sempit.

“Mobil atau motor juga susah lewat. Jadi bawa hasil tani juga susah. Mudah-mudahan setelah diperbaiki lewat TMMD bisa sangat membantu masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah menjelaskan, pembangunan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 20 sentimeter menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-127 di Desa Cipelah.

Ia menyebut lokasi desa yang berada di dataran tinggi dengan akses antarwilayah yang terbatas menjadi alasan utama pelaksanaan TMMD di wilayah tersebut.

Mayoritas masyarakat yang bekerja di sektor pertanian juga menjadi pertimbangan agar pembangunan infrastruktur dapat langsung dirasakan manfaatnya.

“Desa Cipelah memiliki potensi pertanian yang besar, tetapi akses jalan masih terbatas. Melalui TMMD ini kami berupaya membuka akses yang lebih baik agar aktivitas masyarakat, terutama petani, bisa lebih lancar,” jelasnya usai menghadiri pembukaan TMMD ke-127 di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa (10/2/2026).

Selain pembangunan fisik, TMMD juga mencakup berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan, sosialisasi, serta bantuan logistik kepada masyarakat.

Program unggulan yang menjadi penekanan antara lain ketahanan pangan melalui penanaman sayuran seluas satu hektare, program TNI Manunggal Air melalui rencana pengeboran dua titik dan pemasangan pipa, rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 12 unit, rehab MCK di lima titik, penanganan stunting bagi 100 balita, serta penanaman 1.000 pohon untuk mendukung program penghijauan daerah.

“Terkait pengeboran air, kami juga akan meninjau kembali karena di lokasi terdapat sumber air alami yang mengalir sepanjang waktu,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bandung turut memberikan dukungan anggaran sekitar Rp1,24 miliar untuk pembangunan fisik jalan sepanjang 1,5 kilometer, serta anggaran Rp10 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan rabat beton, tembok penahan tanah (TPT), dan drainase di sembilan desa lokus lainnya.

Samto juga mengapresiasi dukungan luar biasa dari 33 organisasi perangkat daerah (OPD) yang memberikan program pendamping.

Ia menyebut kolaborasi lintas sektor ini bahkan mendapat apresiasi dari jajaran Kodam karena jarang ditemui di wilayah lain.

Meski menghadapi tantangan jarak lokasi yang cukup jauh sehingga mempengaruhi distribusi material, Samto menegaskan hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi pelaksanaan TMMD. 

“Jarak memang menjadi tantangan dalam distribusi material, tetapi itu bukan halangan bagi kami. Kami siap menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas terbaik sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut