Dakwah dan Seni Budaya Bersatu dalam Nikmatnya Ramadan di Pesantren Darussalam Ciamis
CIAMIS, iNewsBandungRaya.id - Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, menjadi titik awal rangkaian acara Coklat Kita Silatusantren Nikmatnya Ramadan, Sabtu (28/2/2026).
Bertempat di Gedung Serbaguna Terpadu Nadwatul Ummah di area pesantren tertua di Ciamis tersebut, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi santri lintas pesantren. Ratusan santri, mahasiswa, pengasuh pesantren, serta tamu undangan dari berbagai daerah tampak hadir dan berbaur dalam suasana kebersamaan yang hangat, mencerminkan semangat silaturahmi yang menjadi ruh utama program ini.Turut pula menghadiri acara ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciamis dari lintas agama.
Silatusantren pertama di Bulan Suci Ramadan 1147 Hijriah ini diisi dengan berbagai acara. Seperti berbagi takjil, buka puasa bersama, serta pertunjukan seni religi yang melibatkan santri dan tokoh budaya. Di antaranya marawis dan musikalisasi puisi. Ada juga talkshow atau Dialog Kebudayaan yang menghadirkan pembicara budayawan Budi Dalton dan Zastrouw Al Ngatawi, serta Pimpinan Ponpes Darussalam KH Dr Fadlil Yani Ainusyamsi MBA MAg. Talkshow yang dipandu Prima Ramadhan tersebut dilanjutkan dengan penampilan seni dari Bhattara Sena.

Tradisi Pesantren jadi Vaksin untuk Hadapi Virus Kultural
Dalam pemaparannya, Budi Dalton menyebut pesantren sebagai bagian penting dari mata air kebudayaan di Indonesia yang menyimpan nilai, tradisi, dan sistem pengetahuan yang relevan bagi generasi muda. Karena itu, perlu dilakukan reaktivasi terhadap genetika kultural pesantren tersebut.
“Banyak tradisi, nilai, norma di pesantren yang bisa menjadi vaksin kultural menghadapi serangan atau virus kultural dari mana-mana. Nah, salah satu vaksinnya itu ada di pesantren sebetulnya. Pesantren adalah inkubator vaksin kultural dengan sistem nilainya, dengan sistem tradisinya, dengan sistem sosiologisnya,” ujar Budi Dalton.
Menurut Budi Dalton, melalui silaturahmi pesantren ini vaksin-vaksin kultural tersebut bisa dieksplorasi untuk disuntikan kepada anak-anak muda sehingga memiliki imunitas kultural yang sangat tinggi. “Dia tidak menolak budaya tradisi baru, tapi memiliki kemampuan untuk survive. Melakukan kolaborasi, inovasi dan rekonstruksi terhadap kebudayaan yang ada. Itu menurut saya yang baru dari Silatusantren kali ini,” jelas Budi Dalton.
Sedangkan KH Fadlil Yani Ainusyamsi mengungkapkan, Ponpes Darussalam sejak lama membuka diri terhadap kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari proses pendidikan santri. Selama hal tersebut tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
“Bagi kami, silaturahmi santri seperti ini bukan sekadar acara, tetapi bagian dari ikhtiar membangun keberkahan umat. Pesantren harus menjadi ruang yang hidup, tempat nilai agama bertemu dengan budaya, agar santri memiliki kepekaan sosial dan kultural di tengah perubahan zaman,” jelas Ustaz Fadlil yang juga musisi tersebut.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Coklat Kita merupakan kelanjutan dari relasi yang telah terjalin sebelumnya dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Menurutnya, pesantren tidak boleh terisolasi, melainkan harus hadir sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
Padukan Edukasi, Kepedulian Sosial, dan Hiburan Bernilai
Sementara itu, Perwakilan Coklat Kita, Yudi Wate Angin menjelaskan, pemilihan Ponpes Darussalam sebagai lokasi awal Silatusantren didasarkan pada besarnya pengaruh pesantren tersebut di Jawa Barat. Baik dari sisi jumlah santri maupun peran sosial-budayanya di masyarakat.
“Pesantren Darussalam ini adalah pesantren besar dengan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang kuat. Kami melihat pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan nilai dan karakter. Karena itu, Coklat Kita Silatusantren Nikmatnya Ramadan, kami mulai dari sini, agar silaturahmi ini benar-benar menyentuh akar komunitas santri,” jelas Yudi.
Ia menyebutkan, program ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang memadukan edukasi, kepedulian sosial, dan hiburan yang bernilai. Melalui kegiatan ini, pesantren kembali menegaskan perannya sebagai ruang silaturahmi, dakwah, dan kebudayaan yang menyatukan santri, tokoh masyarakat, dan dunia industri dalam semangat Ramadan.
Yudi menambahkan, silaturahmi di pesantren bertajuk Nikmatnya Ramadan tahun ini digelar di 3 lokasi. Setelah di Ponpes Darussalam Ciamis, rangkaian Silatusantren akan berlanjut ke Ponpes Cipulus Purwakarta pada 5 Maret. Kemudian mengunjungi Ponpes Al-Ittihad Cianjur pada 7 Maret 2026.
Kalangan santri pun menyambut baik digelarnya Silatusantren kali ini. Salah seorang santri, Doni Rizwanto mengungkapkan, Ponpes Darussalam memang sangat terbuka dengan kebudayaan. Bahkan di pesantren ini juga diajarkan berbagai jenis seni budaya. Di sisi lain, CoklatKita mendukung kegiatan seni budaya. “Jadi acara ini pas sekali, jika Coklat Kita menggelar kegiatan seni budaya di Pesantren Darussalam Ciamis,” ujar Doni.
Sedangkan, santriwati Kayla Azka Nadhifah mengatakan, kehadiran Coklat Kita di pesantrennya bukan yang pertama kali, tapi sudah pernah menggelar acara serupa sebelumnya. Dan menurutnya, acaranya yang ditampilkan selalu menarik. Ia menyebutkan, dakwah di Pontren Darussalam juga kerap disampaikan melalui pendekatan seni dan budaya. “Di sini dakwahnya juga melalui musik-musik religi. Di dalam lagu-lagunya ada makna-makna yang disampaikan,” ujar Kayla. (den)
Editor : Abdul Basir