Dari Cianjur 1834 hingga Lokatmala Living Heritage 2026: Merawat Ingatan, Menghidupkan Warisan
CIANJUR, iNewsBandungRaya.id - Sejarah bukan sekadar masa lalu yang disimpan dalam arsip, melainkan denyut yang terus bergetar dalam kehidupan hari ini.
Kesadaran ini lah yang menjadi ruh utama program Cianjur 1834 yang digagas Lokatmala Foundation sepanjang 2025: Mengenang Kejayaan, Merajut Kebanggaan, Menghidupkan Kebersamaan.
Program Cianjur 1834 pada 2025 berhasil mengajak publik menelusuri kembali masa ketika Cianjur menjadi ruang pertemuan antara kemakmuran kopi, getir kolonialisme, dan daya tahan budaya lokal.
Sosok Nyai Apun Gencay tampil sebagai saksi sunyi pergolakan sejarah, sementara Dalem Pancaniti dikenang sebagai figur yang membangun kembali harmoni melalui seni, tata nilai, dan kebudayaan.
Sejarah oleh Lokatmala Foundation diperlakukan bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai pengalaman hidup yang dibaca ulang melalui bedah buku, monolog, dan tari kreasi.
Kemudian, fashion batik, workshop ideologi dan pemajuan budaya, mamaos Cianjuran, pameran UMKM, hingga pertunjukan seni.
Ketua Lokatmala Foundation Wina Resky Agustina mengatakan, program Cianjur 1834 merupakan fondasi penting dalam membangun kesadaran kultural masyarakat.
“Program ini mengajak kita pulang ke sejarah, bukan untuk terjebak di masa lalu, tetapi memahami siapa kita hari ini,” kata Wina.

Editor : Agus Warsudi