get app
inews
Aa Text
Read Next : Ikut Percepat Perkembangan Ekonomi Digital, Ralali Business HUB Hadir di Bandung dan 9 Kota Lainnya

Ekosistem Transportasi Online Tumbuh Pesat, Buka Peluang bagi Jutaan Masyarakat

Senin, 02 Maret 2026 | 09:44 WIB
header img
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia menyampaikan paparan mengenai realitas Mitra Pengemudi di Grab Indonesia di acara “Memahami Dinamika Sektor Platform Digital Melalui Ekosistem Grab” di Jakarta (26/02/2026).

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ekonomi digital Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan nasional. Layanan berbasis aplikasi atau on-demand service kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat, mulai dari transportasi online, pesan-antar makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital.

Model bisnis berbasis platform ini turut mendorong pertumbuhan gig economy, yakni sistem kerja fleksibel yang memungkinkan individu memperoleh penghasilan tanpa terikat hubungan kerja formal. Profesi dalam gig economy sangat beragam, mulai dari kreator konten, desainer grafis, fotografer, hingga kurir dan pengemudi transportasi online.

Kontribusi Grab terhadap PDB dan Ekosistem Digital

Sebagai salah satu platform ride-hailing terbesar, Grab Indonesia berperan signifikan dalam ekosistem ekonomi digital nasional. Sejak hadir pada 2014, Grab telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia.

Berdasarkan Studi ITB (2023), industri ride-hailing dan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau sekitar 2% terhadap total PDB Indonesia tahun 2022. Sementara itu, riset Oxford Economics (2024) mencatat Grab berkontribusi sekitar 50% di industri transportasi dan pengantaran online. Angka ini menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan melalui ekosistem digital Grab.

Profil dan Komposisi Mitra Pengemudi Grab

Data internal per Desember 2025 mencatat total Mitra Pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, jumlah mitra yang aktif menyelesaikan minimal satu order per bulan berkisar 700–800 ribu orang atau sekitar 19–22% dari total terdaftar. Angka ini bersifat fluktuatif, mencerminkan karakter fleksibel gig economy.

Beberapa fakta penting tentang profil mitra:

  • Sekitar 1 dari 2 mitra sebelumnya terdampak PHK atau tidak memiliki penghasilan tetap.

  • Lebih dari 50% mitra berusia di atas 36 tahun.

  • Mayoritas berlatar belakang pendidikan SMA/SMK.

  • Terdapat sekitar 182.500 mitra pengemudi perempuan, termasuk ibu tunggal.

  • Lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas tergabung dalam platform.

Mayoritas mitra juga menjadikan Grab sebagai penghasilan sampingan. Lebih dari 80% Mitra Roda 2 dan sekitar 67% Mitra Roda 4 menggunakan platform sebagai sumber pendapatan tambahan.

Kategori Penghasilan Mitra Roda 4

Dalam ekosistem Grab, Mitra Pengemudi Roda 4 terbagi menjadi dua kategori besar: penghasilan utama dan penghasilan sampingan.

1. Penghasilan Utama

  • 10–11% mitra memperoleh pendapatan di atas Rp10 juta per bulan.
    Rata-rata menyelesaikan 11 order per hari.

  • 21–22% mitra berpenghasilan Rp4–10 juta per bulan.
    Rata-rata 7 order per hari.

Kelompok ini menjadikan aktivitas mengemudi sebagai fokus utama pekerjaan.

2. Penghasilan Sampingan

  • 33–34% mitra memperoleh Rp1–4 juta per bulan (±4 order per hari).

  • 34–35% mitra memperoleh hingga Rp1 juta per bulan (±3 order per hari).

Kategori ini umumnya bekerja 1–4 jam per hari atau hanya pada waktu tertentu seperti akhir pekan.

Kategori Penghasilan Mitra Roda 2

Untuk Mitra Roda 2 (ojol), pola fleksibilitas terlihat lebih dominan.

1. Penghasilan Utama

  • 1–2% mitra berpenghasilan di atas Rp10 juta per bulan (lebih dari 28 order per hari).

  • 14–15% mitra berpenghasilan Rp4–10 juta per bulan (±15 order per hari).

2. Penghasilan Sampingan

  • 41–42% mitra memperoleh Rp1–4 juta per bulan (±6 order per hari).

  • 42–43% mitra memperoleh hingga Rp1 juta per bulan (±4 order per hari).

Data ini menegaskan bahwa fleksibilitas menjadi fondasi utama model kemitraan di platform digital.

Komitmen Grab: Kebijakan Berbasis Kinerja dan Apresiasi Mitra

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa fleksibilitas merupakan inti dari model bisnis on-demand.

Menurutnya, mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai penghasilan sampingan, sementara sebagian kecil menjadikannya nafkah utama. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan dukungan diberikan secara proporsional berdasarkan tingkat produktivitas mitra.

Pendekatan berbasis kinerja ini bertujuan menjaga keadilan dalam ekosistem yang fleksibel dan dinamis.

Program Umrah Gratis: 105 Mitra Grab Dapat Apresiasi Ramadan

Sebagai bagian dari komitmen “Grab untuk Indonesia” yang diluncurkan pada 13 Januari 2026, Grab menghadirkan program apresiasi Ramadan bertajuk “Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis.”

Dalam program ini, Grab menyediakan 105 paket umrah gratis bagi Mitra Pengemudi berprestasi dan inspiratif.

Lima penerima awal antara lain:

  • Mpok Fika, relawan juru bahasa isyarat dari Komunitas Mitra Tuli.

  • Bapak Jonathan, pemimpin komunitas di wilayah pinggiran Manado.

  • Bapak Yusuf, pendiri komunitas relawan untuk keluarga prasejahtera.

  • Bapak Syamsudin, mitra dengan keterbatasan fisik yang tetap konsisten sejak 2017.

  • Bapak Yunus, mitra yang berkembang dari GrabBike ke GrabCar Premium.

Sebanyak 100 paket umrah lainnya akan diberikan kepada mitra berprestasi lainnya di seluruh Indonesia.

Masa Depan Ekonomi Digital yang Inklusif

Ekosistem on-demand telah membuka akses ekonomi bagi jutaan masyarakat Indonesia. Dengan menjaga fleksibilitas dan pendekatan yang adil, Grab menegaskan komitmennya untuk terus mendorong ekonomi digital Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi mitra serta keluarganya.

Pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya soal angka, tetapi juga tentang menghadirkan peluang dan harapan bagi masyarakat luas.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut