Ekosistem Transportasi Online Tumbuh Pesat, Buka Peluang bagi Jutaan Masyarakat
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ekonomi digital Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan nasional. Layanan berbasis aplikasi atau on-demand service kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat, mulai dari transportasi online, pesan-antar makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital.
Model bisnis berbasis platform ini turut mendorong pertumbuhan gig economy, yakni sistem kerja fleksibel yang memungkinkan individu memperoleh penghasilan tanpa terikat hubungan kerja formal. Profesi dalam gig economy sangat beragam, mulai dari kreator konten, desainer grafis, fotografer, hingga kurir dan pengemudi transportasi online.
Kontribusi Grab terhadap PDB dan Ekosistem Digital
Sebagai salah satu platform ride-hailing terbesar, Grab Indonesia berperan signifikan dalam ekosistem ekonomi digital nasional. Sejak hadir pada 2014, Grab telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia.
Berdasarkan Studi ITB (2023), industri ride-hailing dan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau sekitar 2% terhadap total PDB Indonesia tahun 2022. Sementara itu, riset Oxford Economics (2024) mencatat Grab berkontribusi sekitar 50% di industri transportasi dan pengantaran online. Angka ini menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan melalui ekosistem digital Grab.
Profil dan Komposisi Mitra Pengemudi Grab
Data internal per Desember 2025 mencatat total Mitra Pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, jumlah mitra yang aktif menyelesaikan minimal satu order per bulan berkisar 700–800 ribu orang atau sekitar 19–22% dari total terdaftar. Angka ini bersifat fluktuatif, mencerminkan karakter fleksibel gig economy.
Editor : Rizal Fadillah