Dapur Makan Bergizi Gratis di Sukabumi Berhenti Beroperasi, 2.998 Siswa Tak Lagi Terima Paket MBG
Hal senada disampaikan Yuni (45), orangtua siswa lainnya. Ia mendengar kabar adanya konflik internal terkait pengelolaan dapur MBG.
“Saya dengar ada sengketa antara dua dapur yang menyuplai sekolah yang sama di bawah yayasan yang sama. Tapi itu baru kabar yang beredar,” ujarnya.
Yuni berharap persoalan tersebut segera diselesaikan agar tidak merugikan siswa maupun para pekerja dapur, terutama menjelang Lebaran.
Dugaan Konflik Pengelolaan dan Akses Rekening Operasional
Pemilik fasilitas dapur, Tini Suhartini (44), menjelaskan bahwa persoalan bermula ketika aksesnya sebagai maker pada virtual account operasional dapur tidak lagi dapat digunakan pada awal Januari 2026.
Dalam sistem MBG, maker berperan menginisiasi pencairan dana operasional untuk pembelian bahan baku dan kebutuhan dapur.
“Awal Januari saya sudah tidak bisa mengakses sebagai maker. Beberapa hari kemudian ada email dari bank, nama virtual account berubah,” kata Tini.
Ia mengaku perubahan tersebut terjadi tanpa konfirmasi langsung. Tini juga membantah isu bahwa akunnya diretas.
“Kalau benar diretas, seharusnya ada pemberitahuan resmi dari bank. Ini langsung berubah tanpa konfirmasi,” ujarnya.
Editor : Rizal Fadillah