get app
inews
Aa Text
Read Next : Beasiswa S2 Bagi Mahasiswa Berprestasi, Dorong Wawasan dan Karier

Laris Manis! Mengapa Obligasi Keberlanjutan Kini Lebih Diburu Investor Ketimbang Saham Biasa?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:42 WIB
header img
Kantor bank bjb. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Instrumen investasi berbasis lingkungan dan sosial semakin menjadi primadona di pasar modal Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan tingginya animo pasar terhadap penawaran Sustainability Bond Tahap II yang diterbitkan oleh bank bjb pada awal tahun 2026.

Langkah strategis emiten berkode BJBR ini bukan sekadar mengejar keuntungan, melainkan bagian dari peta jalan besar perusahaan dalam memperluas portofolio hijau. Melalui instrumen ini, investor diberikan karpet merah untuk memutar dana secara bertanggung jawab pada sektor-sektor yang memberikan dampak nyata bagi bumi dan masyarakat.

Permintaan Tembus Rp932,4 Miliar

Menyusul kesuksesan tahap pertama di tahun 2024 yang sempat mengalami oversubscribe hingga 4,66 kali, bank bjb kembali mencatatkan tren positif pada tahun ini. Hingga penutupan masa bookbuilding pada 2 Maret 2026, permintaan investor dilaporkan telah menyentuh angka Rp932,4 miliar.

Dalam penawaran kali ini, bank bjb menyodorkan dua opsi menarik bagi para pemilik modal:

  1. Seri A: Tenor 3 tahun dengan tawaran kupon indikatif di angka 5,45%–6,05%.

  2. Seri B: Tenor 5 tahun yang lebih panjang dengan kupon indikatif sebesar 5,70%–6,30%.

Peringkat idAA (Double A) dari Pefindo menjadi jaminan mutu bahwa bank bjb memiliki kapasitas finansial yang sangat kokoh untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Tak hanya itu, SDGs Hub Universitas Indonesia juga menyematkan predikat "Ramah Lingkungan/Berkelanjutan" pada kerangka kerja obligasi ini.

Ke Mana Aliran Dananya?

Seluruh dana yang terkumpul dari penerbitan obligasi ini telah memiliki "jalur khusus". Merujuk pada POJK Nomor 18 Tahun 2023, dana tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan maupun pembiayaan ulang (refinancing) pada dua kategori utama:

Hingga tutup tahun 2025, komitmen hijau bank bjb tidak main-main. Portofolio berkelanjutan mereka telah menembus angka Rp14,3 triliun, yang mengalir deras ke sektor UMKM, pemberdayaan sosial, hingga proyek-proyek mitigasi perubahan iklim.

Ambisi Net Zero Emission dan Mitigasi Iklim

Di luar urusan pembiayaan, bank bjb juga mulai "bersih-bersih" dalam operasional internalnya. Perseroan secara aktif mengelola emisi gas rumah kaca demi mengejar target Net Zero Emission. Salah satu langkah konkretnya adalah keterlibatan dalam Bursa Karbon Indonesia melalui pembelian unit karbon SPE-GRK.

Sebagai pionir, bank bjb juga menjadi salah satu institusi keuangan fase pertama yang menuntaskan Climate Risk Stress Test (CRST). Langkah ini memastikan bahwa risiko perubahan iklim tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan diintegrasikan langsung ke dalam manajemen risiko perusahaan.

Dengan penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), bank bjb optimistis dapat mencetak pertumbuhan bisnis yang inklusif sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem ekonomi nasional di masa depan.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut