Peningkatan Literasi Keuangan di Desa Nelayan, Investasi Masa Depan Masyarakat Pesisir
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - bank bjb terus memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir melalui partisipasi aktif dalam kegiatan edukasi keuangan bertajuk “Bahari Tangguh, Ekonomi Maju” yang digelar di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Senin (2/3/2026).
Program ini menjadi langkah strategis bank bjb dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan keluarga nelayan, sekaligus memastikan pertumbuhan sektor riil di wilayah perikanan sejalan dengan penguatan fondasi keuangan rumah tangga.
Desa Gebang Mekar, Titik Strategis Ekonomi Pesisir
Desa Gebang Mekar merupakan bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Dengan jumlah rumah tangga nelayan aktif yang signifikan dan dominasi aktivitas perikanan tangkap, desa ini menjadi lokasi strategis untuk menggerakkan ekonomi pesisir di Kabupaten Cirebon.
Melalui program edukasi ini, bank bjb menekankan pentingnya pengelolaan pendapatan, perencanaan keuangan keluarga, serta akses ke layanan keuangan formal yang aman dan terpercaya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Literasi Keuangan
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan Cirebon, anggota Komisi XI DPR RI, serta pemerintah Kabupaten Cirebon. Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun ekosistem keuangan inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Hadir sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb tidak hanya memperkenalkan produk perbankan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, seperti perencanaan arus kas, pentingnya menabung, dan pemanfaatan pembiayaan produktif secara bijak.
Akses Pembiayaan untuk Mendukung Usaha Perikanan
Dalam kegiatan ini, bank bjb memperkenalkan fasilitas pembiayaan produktif, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan, yang dirancang agar mudah diakses dan sesuai dengan karakter usaha perikanan. Pembiayaan ini dapat digunakan untuk pengadaan peralatan, perawatan kapal, hingga modal kerja.
“Dukungan pembiayaan harus diiringi edukasi yang memadai agar risiko di kemudian hari dapat diminimalkan. Literasi keuangan menjadi fondasi utama dalam setiap upaya perluasan akses keuangan,” ujar perwakilan bank bjb.
Literasi Keuangan: Kunci Produktivitas dan Ketahanan Ekonomi
Penguatan literasi di sektor nelayan diharapkan meningkatkan produktivitas dan daya tahan ekonomi keluarga. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, nelayan dapat merencanakan investasi usaha, pendidikan anak, dan perlindungan finansial di masa depan.
bank bjb menekankan bahwa kesejahteraan nelayan tidak hanya ditentukan oleh hasil tangkapan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola pendapatan secara disiplin dan berkelanjutan. Literasi keuangan menjadi instrumen penting untuk menciptakan stabilitas ekonomi rumah tangga.
Komitmen Bank bjb untuk Ekonomi Pesisir
Sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb berkomitmen hadir secara inklusif di tengah masyarakat pesisir. Dukungan terhadap sektor unggulan lokal menjadi bagian dari kontribusi nyata bank dalam pembangunan ekonomi daerah.
Langkah ini sejalan dengan agenda nasional meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Sinergi antara regulator, legislatif, pemerintah daerah, dan industri perbankan menjadi kunci keberhasilan program literasi.
Melalui penguatan literasi dan akses pembiayaan, nelayan di Kabupaten Cirebon diharapkan semakin mandiri secara ekonomi, yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi pesisir yang stabil.
Ke depan, bank bjb akan memperluas program literasi ke wilayah pesisir lainnya, khususnya daerah dengan potensi sektor unggulan lokal, dengan pendekatan berbasis kebutuhan lokal agar edukasi lebih tepat sasaran dan efektif.
Dengan literasi dan inklusi keuangan yang kuat, nelayan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Cirebon dan wilayah pesisir Indonesia.
Editor : Rizal Fadillah