get app
inews
Aa Text
Read Next : Belasan Bus Pariwisata di Lembang Dilakukan Ramp Check, Pastikan Keamanan Kendaraan dan Sopir

Pemudik yang Melintasi Wilayah KBB Diminta Waspada, Dishub Bocorkan Titik Rawan Macet

Senin, 16 Maret 2026 | 14:12 WIB
header img
Simpang Tagog Padalarang, Bandung Barat, menjadi salah satu titik rawan macet jalur mudik lebaran sehingga harus diwaspadai oleh para pemudik pada momen Idul Fitri 1447 H/2026. Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Pemudik yang melintas wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta mewaspadai titik-titik rawan macet.

Pasalnya sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur lintasan utama para pemudik dari arah Jabodetabek menuju ke priangan timur dan Jawa Tengah, memiliki volume kepadatan kendaraan yang cukup tinggi.

"Kami telah memetakan seluruh titik rawan macet dan menyusun langkah antisipasi di momen arus mudik lebaran," kata Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochammad Ridwan Evi, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, berbagai skema penanganan serta ratusan personel telah dipersiapkan untuk memastikan kelancaran perjalanan mudik.

Pihaknya mencatat sebanyak 15 lokasi yang berpotensi menjadi titik kemacetan, antara lain Pasar Rajamandala Kulon, Pasar Saguling, Pasar Batujajar, Simpang BBS-Cipatik.

Kemudian, Pasar Tagog Padalarang, Simpang Purabaya, Simpang Stasiun Whoosh Padalarang, Gedong Lima, Jembatan Chombipar, Simpang Caringin, Simpang Cimareme, Simpang SPBU Cibogo, Pasar Panorama Lembang, Simpang Ingimetal, Simpang Beatrik, dan kawasan Farmhouse.

Tak cuma itu, tercatat enam ruas jalan yang teridentifikasi sebagai zona rawan kecelakaan, yaitu Jalan Dago Giri, Jalan Punclut, Jalan Raya Purwakarta, Jalan Raya Cipatat, Jalan Raya Lembang, dan Jalan Cipeundeuy-Cikalongwetan.

Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas bakal diterapkan secara fleksibel sesuai kondisi lapangan, termasuk dengan melakukan kanalisasi jalur untuk mengarahkan aliran kendaraan.

"Personel akan ditempatkan di setiap titik potensial macet untuk mengendalikan lalu lintas," ucapnya.

Pihaknya juga mengingatkan pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas zona rawan kecelakaan, mengingat karakter jalan di lokasi tersebut umumnya memiliki lereng curam, tikungan tajam, penerangan minim.

Diprediksi akan terjadi dua gelombang lonjakan arus mudik. Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada tanggal 14 hingga 15 Maret 2026, seiring dengan penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) di berbagai instansi dan perusahaan.

Sedangkan gelombang kedua bakal terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi dan akhir pekan. Ada 120 personel dan perlengkapan pendukung seperti 10 rambu portable, 10 water barrier, 150 traffic cone, dan 30 lift jacket.

Untuk memantau pergerakan arus mudik secara real-time, Dishuh KBB akan mengaktifkan sistem Automatic Traffic Control System (ATCS) yang terdiri dari 129 kamera CCTV tersebar di 59 titik lokasi strategis.

"Melalui sistem ini, masyarakat dapat memantau kondisi lalu lintas langsung melalui perangkat ponsel mereka," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut