get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketum PP IKALUIN Ajak Alumni UIN Jakarta Perkuat Peran Kawal Masa Depan Pendidikan Tinggi Islam

Gubernur Lemhannas Ceramah di Masjid Salman ITB, Tegaskan Ketahanan Nasional Fondasi Kemajuan Bangsa

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:13 WIB
header img
Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan Syadzily ceramah di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tubagus Ace Hasan Syadzily memberikan ceramah Ramadhan di Masjid Salman Intitut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (10/3/2026) malam.

Dalam ceramah bertema “Ketahanan Nasional dan Kepemimpinan Berbasis Nilai” itu, Gubernur Lemhannas RI menegaskan, ketahanan nasional merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan dan kemajuan bangsa.

Ceramah tersebut dihadiri Rektor ITB Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara MT, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Salman ITB, dan ratusan jamaah.

Gubernur Lemhannas sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jabar yang akrab disapa Kang Ace itu mengatakan, ketahanan nasional tidak hanya dimaknai sebagai kekuatan militer, tetapi mencakup seluruh daya tahan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Ketahanan nasional itu bukan hanya soal pertahanan militer. Ia meliputi ideologi yang kuat, ekonomi kuat, sosial budaya kokoh, teknologi maju, sumber daya alam terkelola baik, hingga kondisi geografis, menjadi kekuatan strategis bangsa,” kata  Gubernur Lemhannas yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Kang Ace menjelaskan, dalam kajian strategis ketahanan nasional dikenal konsep Astagatra, yakni delapan unsur yang menentukan kekuatan suatu bangsa. 

"Unsur tersebut mencakup geografi, kekayaan alam, demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan," ujar Kang Ace.

Dia menuturkan, bahwa ketahanan nasional merupakan prasyarat penting bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita ingin mencapai masyarakat makmur dan sejahtera, ada prasyaratnya, yaitu, stabilitas keamanan, stabilitas politik, stabilitas ekonomi, dan stabilitas ideologi. Tanpa itu, kesejahteraan sulit dicapai,” tutur Gubernur Lemhannas.

Kang Ace mengutip kaidah ushul fiqh yang menegaskan tentang menjadi prasyarat bagi tercapainya tujuan wajib, maka menjaga prasyarat tersebut juga menjadi kewajiban.

“Di dalam kaidah ushul fiqh disebutkan, ‘Ma la yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib.’ Jika sebuah tujuan tidak bisa tercapai tanpa sesuatu hal, maka hal itu menjadi wajib. Karena itu menjaga ketahanan nasional juga menjadi kewajiban kita bersama,” ucap Kang Ace.

Editor : Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut