Gubernur Lemhannas Ceramah di Masjid Salman ITB, Tegaskan Ketahanan Nasional Fondasi Kemajuan Bangsa
Kepemimpinan Pilar Ketahanan Bangsa
Kang Ace menegaskan, ketahanan bangsa hanya dapat terwujud melalui kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.
Menurutnya, dalam masyarakat yang besar dan beragam seperti Indonesia, kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan mengarahkan pembangunan bangsa.
“Kita tidak mungkin menciptakan stabilitas keamanan, memperkokoh ideologi kebangsaan, atau menghadirkan kesejahteraan ekonomi tanpa adanya kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi semua potensi bangsa,” kata Kang Ace.
Gubernur Lemhannas mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang tanggung jawab kepemimpinan.
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun an ra’iyyatihi’. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” ucapnya.
Dalam Islam, ujar Kang Ace, kepemimpinan selalu berkaitan dengan konsep amanah, yaitu tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga masyarakat yang dipimpin.
“Dalam tradisi Islam, kepemimpinan itu selalu linier dengan amanah. Amanah berasal dari kata ‘amn’ yang berarti rasa aman. Maka tugas utama pemimpin adalah menciptakan rasa aman bagi masyarakatnya,” ujar Ace Hasan.
“Rasulullah pernah berkata kepada Abu Dzar, ‘Ya Aba Dzar, innaka dha’if wa innaha amanah. Wa innaha yaumal qiyamah khizyun wa nadamah.’ Wahai Abu Dzar, engkau adalah orang yang lemah dan kepemimpinan itu adalah amanah. Pada hari kiamat, ia bisa menjadi kehinaan dan penyesalan,” katanya.
Hadis tersebut, tutur Kang Ace, mengingatkan bahwa amanah bukanlah fasilitas atau kehormatan otomatis, melainkan tanggung jawab yang berat.
“Amanah bukan fasilitas. Amanah adalah tanggung jawab besar yang harus diperoleh melalui proses yang benar dan dijalankan dengan sebaik-baiknya,” sambungnya.
Editor : Agus Warsudi