Timnas Iran Pilih Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026, Bagaimana Nasib Belgia dan Mesir?
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Dunia sepak bola internasional sedang diguncang kabar besar. Tim Nasional Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan keputusan pahit untuk angkat kaki dari gelaran Piala Dunia 2026. Langkah mengejutkan ini mencuat sebagai buntut dari memuncaknya tensi politik dan keamanan antara Teheran dengan Washington.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, memberikan sinyal kuat bahwa negaranya tidak mungkin mengirimkan skuad terbaik di tengah situasi yang kian tidak menentu. Keputusan ini disebut-sebut dipicu oleh serangan udara Amerika Serikat yang baru-baru ini menyasar wilayah Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi, Ali Khamenei.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Sky Sports, Donyamali menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak lagi kondusif bagi para atlet untuk bertanding secara normal di panggung dunia.
"Kami tidak bisa berpartisipasi dalam kondisi apa pun setelah pemimpin kami terbunuh oleh rezim tersebut," tegas Donyamali, merujuk pada ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat.
Secara teknis, mundurnya Iran akan menjadi pukulan telak bagi FIFA. Iran sebelumnya telah dipetakan masuk ke dalam Grup G bersama tim-tim tangguh seperti Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Masalah utama yang menjadi ganjalan bukan hanya politik, melainkan lokasi turnamen.
Sebagai informasi, Amerika Serikat merupakan tuan rumah bersama untuk edisi 2026 ini selain Kanada dan Meksiko. Pemerintah Iran dikabarkan sangat mengkhawatirkan jaminan keselamatan tim mereka jika harus mendarat dan berlaga di tanah Amerika.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya telah berupaya meredam gejolak ini dengan menyatakan bahwa Iran tetap diterima dengan tangan terbuka. Bahkan, muncul klaim bahwa Donald Trump telah memberikan garansi penyambutan bagi tim Iran. Namun, melihat situasi lapangan yang kian panas, janji diplomatik tersebut nampaknya sulit melunakkan sikap Teheran.
Hingga saat ini, publik masih menanti pengumuman resmi dari otoritas tertinggi sepak bola dunia mengenai siapa yang akan mengisi slot kosong jika Iran benar-benar memfinalisasi keputusan mundur mereka.
Editor : Agung Bakti Sarasa