Korban Selamat Ceritakan Detik-detik Atap Pasar Blok 3 Soreang Ambruk
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sejumlah korban selamat menceritakan detik-detik runtuhnya atap Blok 3 Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung yang terjadi pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi sangat cepat tanpa tanda-tanda sebelumnya, bahkan saat kondisi pasar sedang relatif sepi.
Salah satu pedagang beras dan sembako, Elis Mia (40), mengatakan dirinya sedang berada di dalam kios ketika kejadian terjadi. Ia mengaku tidak merasakan getaran maupun hembusan angin sebelum bangunan tiba-tiba ambruk.
“Lagi di dalam. Pokoknya sekejap mata langsung ambruk aja. Enggak tahu apa-apa,” kata Elis saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, saat runtuhan terjadi ia langsung bergegas keluar untuk menyelamatkan diri. Meski selamat tanpa luka, sepeda motor miliknya tertimpa material bangunan.
“Pas lihat motor sudah ketimpa reruntuhan. Saya mah langsung keluar karena takut,” ujarnya.
Elis juga menegaskan sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda kerusakan pada bangunan. Ia menyebut kondisi pasar masih tergolong baru karena dibangun sekitar tahun 2020.
“Enggak ada retakan sebelumnya. Kan masih baru, bangunan baru. Dari sekitar lima tahun lalu berdiri,” katanya.
Saat kejadian, kondisi pasar juga sedang sepi karena sebagian pedagang dan pengunjung sedang melaksanakan salat zuhur. Elis sendiri mengaku sempat hendak salat setelah menerima kiriman barang dagangan.
“Lagi sepi karena pada ke masjid. Saya juga mau salat zuhur, cuma ada barang datang. Pas sudah beres duduk dulu, langsung ambruk aja,” tuturnya.
Meski selamat, Elis mengaku sempat melihat kondisi korban yang tertimpa reruntuhan di luar kios.
“Iya tadi lihat, ngeri lah kondisinya. Kayaknya yang beli terigu, posisinya di luar kios tapi ketimpa beton,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki bangunan pasar agar para pedagang bisa kembali beraktivitas, terlebih menjelang Lebaran yang biasanya menjadi masa ramai pembeli.
“Pengennya segera diperbaiki aja, apalagi mau Lebaran pasti lagi rame-ramenya. Dibikin yang lebih bagus dari ini supaya enggak kejadian lagi,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu korban yang sempat tertimpa reruntuhan dan dirawat di rumah sakit Hermina, Reza Ruqiah (15), mengaku tidak sempat menyelamatkan diri saat kejadian.
“Saya lagi duduk, tiba-tiba bunyi kretek langsung jatuh beton menimpa punggung saya. Terus ditarik, saya enggak sadar,” kata Reza.
Sementara itu Anisa Nurjanah anak dari ibu Cucu menceritakan saat ini kondisi ibunya sudah sadar dan sedang menjalani observasi medis di rumah sakit setelah menjalani pemeriksaan rontgen.
“Ibu luka di bahu. Sekarang sudah sadar. Kata dokter sudah di rontgen, sekarang masih observasi dulu, lihat besok kalau aman bisa pulang,” ujar Anisa.
Ia menjelaskan saat kejadian korban datang sebagai konsumen yang hendak menggiling tepung di kios pasar.
“Ibu itu konsumen mau giling tepung. Tiba-tiba ambruk. Saya sendiri ada di seberang jadi enggak ikut masuk,” katanya.
Menurutnya, sebelum runtuh tidak ada tanda-tanda cuaca buruk seperti hujan atau angin kencang.
“Enggak ada angin, enggak ada hujan. Tiba-tiba dari ujung ke ujung ambruk,” ujarnya.
Ia juga menyebut kondisi pasar sebenarnya tidak terlalu ramai orang saat kejadian, meskipun kendaraan di sekitar lokasi cukup banyak.
“Di bawah enggak terlalu banyak orang, tapi kendaraan banyak,” pungkasnya.
Diketahui dalam kejadian tersebut tiga orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia.
Editor : Rizal Fadillah