get app
inews
Aa Text
Read Next : Idulfitri Tak Sekadar Seremonial, Gerakan Moral Perbaiki Hubungan Sosial di Tengah Polarisasi

2 Hari Besar Keagamaan Berdekatan, UPT Kebersihan KBB Prediksi Volume Sampah Naik 160 Ton per Hari

Kamis, 19 Maret 2026 | 12:20 WIB
header img
UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB memprediksi timbulan sampah pada libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri mencapai kisaran 160 ton per hari. (Foto: iNews Bandung Raya).

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprediksi akan terjadi kenaikan volume sampah.

Khususnya pada momen libur Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, di mana sampah rumah tangga akan sangat mendominasi.

"Kami memprediksi sampah yang dihasilkan akan naik 10% dari tahun lalu, pada libur hari raya sekitar 160 ton per hari," kata Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup KBB, Imam Fauzi, Kamis (19/3/2026).

Imam mengatakan, untuk mengantisipasi peningkatan timbulan sampah pada dua hari raya tersebut, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Kesiapan penanganan sampah di kawasan perkotaan menjadi fokus utama, mengingat terkendala kondisi armada pengangkut yang masih minim dan ada yang rusak.

UPT Kebersihan DLH KBB saat ini memiliki 40 unit armada pengangkut sampah. Namun separuhnya atau sekitar 20 unit sudah tidak memenuhi standar operasional karena kendaraan limpahan dari Kabupaten Bandung.

"Dari 40 unit armada truk yang kita miliki, 50 persennya sudah tidak layak pakai secara maksimal," sebutnya.

Guna mengatasi kendala tersebut, DLH KBB telah mengambil langkah penyewaan armada tambahan. Sebanyak tiga unit truk pengangkut sampah dengan kapasitas 6 kubik masing-masing telah disewa dan siap beroperasi.

"Ini langkah pertama kita mencoba opsi penyewaan truk sampah untuk satu tahun, nanti akan dilihat bagaimana efektivitasnya," kata dia.

Selain penguatan armada, lanjut Imam, UPT Kebersihan juga telah mengalokasikan personel ke titik-titik rawan penumpukan sampah. Ada delapan personel ditempatkan di Lembang, empat di Cihampelas, dan enam di Padalarang.

Selain itu pihaknya telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami akumulasi penumpukan sampah. Seperti pasar, hotel dan restoran, serta tempat-tempat wisata.

"Lembang menjadi titik yang paling banyak mendapatkan alokasi karena merupakan kawasan wisata yang cenderung menghasilkan volume sampah lebih besar," tandasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut