Musda XI Golkar Jabar, Idrus Marham Ingatkan Politik Kolaboratif, Strategis dan Kepercayaan Publik
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jabar di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (2/4/2026).
Musda Golkar Jabar berlangsung semarak, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan. Hadir jajaran pengurus pusat, daerah, dan kader dari seluruh kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Idrus Marham menegaskan, penting membangun politik kolaboratif, strategis, dan berbasis kepercayaan rakyat dalam menghadapi dinamika demokrasi nasional.
Partai politik, kata Idrus, tidak seharusnya saling berhadapan sebagai lawan, melainkan menjadi mitra strategis dalam membangun bangsa.
Dia menyebut komunikasi politik inklusif dan fleksibel sebagai kunci menjaga stabilitas nasional.
“Partai politik itu mitra, bukan lawan. Kita harus bekerja sama untuk kepentingan rakyat dan bangsa,” kata Idrus seraya memberikan secara simbolis buku "Karya dan Kekaryaan" bagi seluruh peserta.
Idrus menjelaskan, buku tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kerangka berpikir politik lebih sistematis. Khususnya, dalam membaca kepemimpinan dan strategi pembangunan Partai Golkar ke depan.
Menurut Idrus, keberhasilan politik ditentukan oleh tiga hal utama, yakni, strategi tepat, konsistensi dalam menjalankan program, dan kepercayaan publik.
“Kita harus strategis, konsisten, dan yang paling penting dipercaya rakyat,” ujarnya.
Idrus mengaitkan dinamika politik dengan kondisi ekonomi masyarakat. Stabilitas ekonomi merupakan fondasi bagi stabilitas politik.
Ketika kepentingan ekonomi rakyat terganggu, potensi gejolak sosial akan meningkat. Karena itu, pembangunan politik harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi nasional.
Dia menyoroti posisi strategis Jawa Barat sebagai salah satu pusat pengaruh politik nasional. Dengan basis industri yang kuat, jalur distribusi utama, serta konsentrasi kelas pekerja dan kelas menengah, Jawa Barat dinilai menjadi “laboratorium politik” Indonesia.
“Apa yang terjadi di Jawa Barat akan sangat menentukan arah politik nasional,” tegas Idrus.
Dalam kesempatan itu, Idrus menekankan pentingnya penguatan kelembagaan politik berbasis nilai-nilai Pancasila. Legitimasi moral, ideologis, dan akademik harus menjadi landasan utama dalam menjalankan fungsi politik.
Partai politik, kata Idrus, tidak boleh sekadar menjadi alat kekuasaan, melainkan institusi yang membangun peradaban bangsa.
Idrus mengajak seluruh kader untuk memperkuat konsolidasi dan menjaga arah perjuangan politik tetap berpihak pada rakyat. Ia menegaskan bahwa politik sejatinya adalah instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, bukan sekadar arena perebutan kekuasaan.
“Sebagai rakyat, kita harus bersatu. Politik harus menjadi jalan untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik,” ujarnya.
Editor : Abdul Basir