get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Idul Adha, Dispernakan KBB Beri Bimtek Penyembelihan Hewan Kurban ke Pengurus DKM

Sapi Milik Peternak Asal Cisarua KBB Berbobot 1.050 Kg Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden

Senin, 18 Mei 2026 | 20:51 WIB
header img
Sapi jenis Simental seberat 1.050 kg milik warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang berhasil terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto di Hari Raya Idul Adha 1447 H. (Foto: Istimewa).

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Sapi milik warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat (KBB), terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo.

Sapi jenis Simental berbobot 1.050 kilogram (kg) tersebut terpilih menjadi hewan kurban presiden setelah menjalani seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.

"Awalnya ada tiga kandidat, namun akhirnya pilihan jatuh ke sapi milik Pak Dede Warga Desa Pasirlangu, Cisarua, dengan berat 1.050 kg," kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), drh Acep Rochimat saat ditemui, Senin (18/5/2026).

Ia menyebutkan, tiga kandidat sapi untuk kurban presiden masing-masing berasal dari peternak di Parongpong, Gununghalu, dan Cisarua. Sapi dari peternak di Parongpong milik Asep Furqon, tahun lalu juga pernah terpilih sebagai hewan kurban presiden.

Adapun, satu kandidat sapi dari Gununghalu harus gugur lebih awal lantaran hewan ternak tersebut sudah terjual. Sehingga hanya ada dua sapi dari Cisarua dan Parongpong yang masuk tahap penilaian akhir.

Seluruh kandidat harus memenuhi standar yang sama, mulai dari bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga lolos uji laboratorium yang dilakukan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dan Balai Veteriner Subang untuk pemeriksaan sampel darah secara menyeluruh.

"Kan harus dipastikan hewan yang diserahkan benar-benar sehat dan layak dijadikan kurban,” sambungnya. Menurutnya, perwakilan resmi dari pihak istana juga bakal hadir langsung saat proses penyembelihan berlangsung untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan syariat yang berlaku. Secara kriteria, sapi yang dipilih untuk Presiden memiliki standar bobot minimal satu ton, atau menjadi salah satu yang terberat jika dibandingkan dengan pilihan di wilayah lain. "Hewan kurban pilihan ini nantinya akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang ketersediaan hewan kurbannya masih terbatas, agar manfaat dan nilai ibadah dari kurban presiden dapat dirasakan masyarakat," tuturnya. Selain standar kesehatan, lanjut dia, perlakuan terhadap hewan kurban juga diatur secara rinci demi menjaga kualitas daging dan kesejahteraan hewan. Pasokan air minum harus selalu tersedia dalam jumlah cukup, bahkan ditingkatkan menjelang waktu pemotongan. "Hewan juga wajib diberikan waktu istirahat selama 12 jam sebelum disembelih guna menghindari stres yang dapat memengaruhi kualitas daging," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut