BSPS 2026 Diluncurkan, Kementerian PKP Dorong Hunian Layak di Jawa Barat
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 resmi diluncurkan di SMAN 1 Katapang. Peluncuran ini juga dibarengi dengan kolaborasi pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat antara pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat, Bank BJB, PNM, dan SMF.
Menteri Perumahan dan Permukiman RI, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki dampak besar terhadap perputaran ekonomi, khususnya di Jawa Barat.
Ia menyebut, pada tahun sebelumnya realisasi rumah subsidi di Jawa Barat mencapai 62.561 unit tertinggi di Indonesia, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp8 triliun.
“Satu rumah bisa menyerap sekitar lima tenaga kerja. Artinya, ada sekitar 300 ribu pekerja yang terlibat,” ujarnya.
Tak hanya itu, pembangunan perumahan juga turut menggerakkan berbagai sektor pendukung.
“Belum termasuk warung, sopir truk, toko material, hingga industri bahan bangunan. Ada sekitar 180 jenis industri yang terlibat,” tambahnya.
Menurutnya, ekosistem perumahan melibatkan banyak pihak, mulai dari developer, kontraktor, perbankan, arsitek, notaris, hingga tenaga pemasaran.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa persoalan perumahan merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara serius.
Ia mengutip filosofi Sunda sebagai dasar pendekatan pembangunan. “Imah kudu pageuh, beteng kudu sebeh, baju kudu weuteuh,” ujarnya.
Menurut Dedi, ungkapan tersebut menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti tempat tinggal harus terpenuhi dengan baik.
Sebagai solusi konkret, Pemprov Jawa Barat akan meluncurkan aplikasi Imah Aing yang memungkinkan masyarakat mengakses program perumahan secara langsung.
“Minggu depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meluncurkan aplikasi Imah Aing. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa langsung mengajukan kebutuhan perumahan,” jelasnya.
Ia menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada keluhan tanpa solusi yang jelas.
“Saya tidak ingin lagi mendengar keluhan di media sosial tanpa solusi. Semua harus punya akses yang jelas,” tegas Dedi.
Program BSPS 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan hunian layak, tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat melalui efek domino dari sektor perumahan.
Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Jawa Barat.
Editor : Rizal Fadillah