get app
inews
Aa Text
Read Next : Jasad Mahasiswa Ditemukan Tergantung Tali Gegerkan Warga Cimahi

Geger Lagu Erika ITB: Liriknya Dianggap Rendahkan Perempuan, Tradisi Himpunan Kini Dikecam!

Rabu, 15 April 2026 | 07:16 WIB
header img
Viral lagu Erika ITB. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sebuah rekaman lama yang kembali mencuat di jagat media sosial X (Twitter) menempatkan Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pusaran kritik tajam. Orkes Semi Dangdut (OSD) milik himpunan tersebut menjadi sorotan setelah membawakan lagu berjudul "Erika" yang liriknya dinilai sangat eksplisit dan melecehkan martabat perempuan.

Video yang viral tersebut memperlihatkan suasana panggung yang riuh, di mana puluhan mahasiswa bernyanyi bersama dengan teks lirik yang dipampang jelas di layar besar.

Lirik Kontroversial yang Jadi Pemicu

Kecaman publik berpusat pada narasi lagu yang dianggap menjurus pada objektifikasi seksual. Kalimat-kalimat seperti "Erika buka celana... sambil bawa botol Fanta... siapa mau boleh coba" serta deskripsi fisik mengenai seorang janda muda bernama Erika, memicu amarah netizen. Penampilan yang disambut antusias oleh penonton di lokasi tersebut dianggap sebagai bentuk normalisasi terhadap budaya pelecehan.

Diskusi ini memanas setelah akun @iPoopBased mengunggah konten tersebut pada Senin (13/4/2026). Dalam waktu singkat, unggahan itu telah menembus 1,2 juta penayangan. Sang pemilik akun bahkan melontarkan komentar pedas: "Ini anak HMT ITB isinya cabul sama mesum semua apa gimana ya?" sembari membandingkan dinamika internal himpunan di ITB dengan kampus-kampus lainnya.

Antara Warisan Senior dan Realita Digital

Lagu "Erika" sebenarnya bukan merupakan karya baru. Sejak periode 2013 hingga 2020, versi rekaman lagu ini sudah sempat menghiasi platform YouTube hingga SoundCloud. Konon, lagu ini diciptakan berdasarkan pengalaman seorang mahasiswa saat menjalani program lapangan di Surabaya.

Namun, apa yang dahulu dianggap sebagai "guyonan internal", kini berbenturan keras dengan kesadaran publik terhadap isu kekerasan seksual. Netizen menilai dalih "budaya turun-temurun" sudah tidak lagi relevan dan cenderung merusak citra mahasiswa.

"Kalau ada yang ngebela ini kultur dari senior turun temurun berarti tolol sih, masa engga bisa mutus rantai kultur yg ngelecehin perempuan kayak gini," tegas akun @iPoopBased dalam salah satu balasannya yang menjadi perhatian.

Bayang-bayang Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

Sentimen publik kian memburuk karena video ini viral tak lama setelah munculnya laporan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan oknum mahasiswa tambang angkatan 2022. Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas Satgas PPKS ITB dalam merombak budaya organisasi yang berpotensi memupuk perilaku toksik.

Hingga saat ini, pihak rektorat ITB maupun pengurus HMT belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait polemik ini. Meski akun media sosial mereka terus dihujani tagar protes, belum ada respons yang diberikan kepada publik.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh organisasi kemahasiswaan bahwa tradisi yang mencederai nilai kesetaraan gender tidak akan pernah luput dari pengawasan masyarakat di era transparansi digital.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut