Wali Kota Bandung Imbau Yankes Tak Boleh Abaikan Pasien dengan Kondisi Darurat
Meski mengakui proses seleksi dari pihak BPJS saat ini cukup ketat, ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus berupaya melakukan lobi agar layanan unggulan tetap bisa diakses melalui skema jaminan kesehatan nasional.
Dalam kesempatan itu, Farhan menyampaikan pesan paling krusial bagi seluruh pengelola layanan kesehatan (Yankes) di Kota Bandung. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik penolakan pasien, terutama dalam kondisi darurat.
"Pesan saya jelas, tidak boleh menolak pasien. Apapun kondisinya, pasien dalam keadaan darurat harus diterima dan diberikan layanan sampai stabil. Di Bandung, tidak boleh ada Yankes yang abai terhadap hal ini," tegasnya.
Mengusung tema “Commitment to Excellence, Compassion in Care”, Primaya Rajawali Hospital menekankan keseimbangan antara keunggulan klinis dan pendekatan empati dalam pelayanan.
Hal ini diwujudkan melalui penguatan sistem, teknologi, serta standar operasional yang berorientasi pada patient-centered care.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas dan inklusif di Jawa Barat khususnya Bandung.
“Kami tidak hanya mengubah nama, tetapi mengembangkan rumah sakit berbasis layanan unggulan dengan peningkatan menyeluruh pada sistem layanan, teknologi, dan standar klinis, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Dari sisi fasilitas, Primaya Rajawali Hospital memiliki 20 poliklinik, kapasitas 102 tempat tidur, termasuk layanan intensif seperti ICU, NICU, PICU, dan HCU, serta didukung oleh 36 dokter spesialis dan subspesialis.
Editor : Rizal Fadillah