Pesona Magis Lembayung Pinus Camp, Mengejar Matahari dari Fajar hingga Senja
BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Salah satu objek wisata di kawasan Bandung Selatan ini patut dicoba oleh para traveller karena menawarkan konsep yang unik.
Di tempat ini pengunjung bisa menghabiskan waktu dari mulai pagi hingga senja untuk mengejar matahari dari mulai terang hingga redup.
Pada pagi hari, keindahan cahaya matahati di ufuk timur bisa dilihat dengan jelas. Sementara di sore hari sinar mentari di kala senja menjadi pemandangan syahdu penghantar menuju istirahat.
"Tempat ini jadi titik temu bagi mereka yang ingin mengejar matahari terbit, sekaligus menunggu matahari terbenam," tutur pengelola Lembayung Pinus Camp, Irvan, Minggu (19/4/2026).
Sesuai namanya, Lembayung Pinus Camp, daya tarik utama tempat ini hadir saat matahari mulai condong ke barat.
Selasar kayu sengaja dibangun menghadap cakrawala, sehingga pengunjung bisa duduk bersandar menanti momen sinar Lembayung dikala petang.
Adapun tempat ini dikelilingi oleh pohon pinus yang memberikan suasana tetap sejuk di panasnya siang hari.
Hamparan kebun teh yang hijau juga semakin menyempurnakan tatapan mata sejauh memandang ke alam di sekitarnya.
Sehingga bagi pelancong dari kota, bisa sejenak melupakan rasa penat hiruk pikuk aktivitasnya. Semua terbayarkan saat kongkow di tempat ini sembari menghirup udara segar dan menikmati beragam kuliner.
Lembayung Pinus Camp merupakan tempat camping yang lahir dari harmoni alam dan manusia. Berawal dari jalur pendakian Sunan Ibu yang sudah melegenda, tempat ini kini bertransformasi menjadi rumah bagi para pencinta alam.
Bukan sekadar tempat berwisata, kawasan ini menjadi bukti bagaimana warga desa, kelompok tani hutan, dan pengusaha lokal bisa berjalan beriringan membangun impian bersama.
"Konsep yang dikembangkan komunal, enggak besar tapi menyajikan banyak fasilitas," sambung Irvan.
Dikatakannya, pengunjung tidak perlu mendaki terlalu jauh ke dalam hutan pun sudah bisa merasakan sensasi berkemah yang tenang dan nyaman.
Melalui pendekatan yang humanis, pengelola menyediakan berbagai pilihan bagi pengunjung yang ingin refreshing.
Di sini pengunjung bisa menghirup udara segar di samping air terjun. Selain itu ada juga area camper van yang luas, glamping yang nyaman untuk keluarga, hingga kavling tenda.
"Di sini nantinya akan ada total 18 glamping, kemudian kavling camper van sekitar 34 spot," sebutnya.
Daya tarik tempat ini tak hanya memikat warga lokal atau dari Jabodetabek. Ada pula tamu yang singgah datang dari Italia.
Ini menjadi bukti jika keindahan alam Bandung Selatan tidak kalah memesona dengan objek wisata yang ada di tempat lain.
"Yang datang ke sini, enggak hanya camping saja tapi juga tracking. Saat pagi hari mereka menikmati sunrise, dan di sore hari menikmati lembayung," ucapnya.
Editor : Rizki Maulana