PSSI Pasang Badan: Polemik Gol Dewa United ke Gawang Persib Sah Secara Regulasi
"Namun, posisi asisten wasit saat itu berada sekitar 50-55 meter ke bola. Pandangannya juga terhalang dua tiang gawang dan kaki pemain Dewa tersebut. Prinsip yang selalu ditekankan kepada wasit adalah, jika tidak yakin, maka permainan harus dilanjutkan. Karena itu, posisi wasit dan asisten wasit harus benar-benar ideal serta yakin apakah bola sudah keluar atau masih berada di dalam lapangan," jelasnya lagi.
Selain isu bola keluar, gol kedua Dewa United juga diprotes karena adanya indikasi handball oleh Alex Martins. Menanggapi hal ini, Kepala Departemen Wasit Pratap Singh menjelaskan bahwa kejadian tersebut masuk dalam kategori defleksi yang tidak disengaja, sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai pelanggaran sesuai Laws of the Game (LOTG).
Pratap menegaskan bahwa bola berubah arah secara mendadak setelah mengenai bagian tubuh pemain sebelum menyentuh tangan.
"Ini merupakan situasi defleksi karena bola berubah arah secara tidak terduga setelah mengenai pemain. Wasit membiarkan permainan tetap berlanjut karena bola terdefleksi ke arah yang tidak terduga," kata Pratap.
Ia juga merujuk pada regulasi terbaru dalam Pasal 12 LOTG mengenai pergerakan tubuh yang natural dalam situasi pertandingan yang cepat.
"Sementara pemain Dewa masih melanjutkan pergerakan hingga akhirnya tercipta gol. Dalam Pasal 12 tentang pelanggaran dan kelakuan buruk (LOTG), terdapat penjelasan mengenai sentuhan tangan yang tidak disengaja, misalnya bola mengenai tangan karena posisi natural atau karena defleksi. Situasi seperti itu tidak selalu dianggap pelanggaran," tutupnya.
Dengan penjelasan resmi ini, PSSI berharap perdebatan mengenai kepemimpinan wasit dalam laga tersebut dapat mereda, mengingat setiap keputusan telah didasarkan pada prosedur yang berlaku di bawah naungan regulasi internasional.
Editor : Agung Bakti Sarasa