Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Konflik Rempang-Galang Belum Tuntas, Tata Kelola Kawasan Perlu Dikaji Menyeluruh
Advertisement . Scroll to see content

Ada 'Lubang Gelap' di Bea Cukai: Mengapa Sistem Pengawasannya Selalu Jebol di Titik yang Sama?

Jum'at, 24 April 2026 | 07:50 WIB
  • author Aga Gustiana
Ada 'Lubang Gelap' di Bea Cukai: Mengapa Sistem Pengawasannya Selalu Jebol di Titik yang Sama?
Bea Cukai. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Mengapa skandal integritas di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) seolah menjadi kaset rusak yang terus berputar? Munculnya deretan nama pejabat dari periode berbeda dalam pusaran kasus hukum memicu kecurigaan besar: masalahnya bukan lagi soal individu, melainkan "penyakit" tata kelola yang sengaja tidak disembuhkan.

Analisis mendalam dari dua kasus besar—dugaan rekening gendut Ahmad Dedi (2017-2018) dan jeratan suap impor yang menimpa Rizal baru-baru ini—memperlihatkan pola yang nyaris identik. Keduanya mencerminkan adanya lubang pengawasan yang terus dibiarkan terbuka lebar.

Oknum Hanyalah Gejala, Sistem Adalah Akar Masalah

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, memberikan kritik pedas terhadap kecenderungan instansi yang selalu berlindung di balik kata "oknum" setiap kali terjadi pelanggaran.

“Selama ini kita terlalu mudah menyebut ‘oknum’. Padahal, dalam perspektif audit dan tata kelola, oknum adalah gejala, bukan penyebab,” ujar Iskandar, Kamis (23/4/2026).

Iskandar mengibaratkan lemahnya kontrol internal ini dengan sebuah perumpamaan yang menohok:

“Jika seekor buaya bisa hidup 20 tahun di rawa yang sama lalu memangsa manusia, maka jangan salahkan buayanya. Salahkan rawa yang tidak pernah dikeringkan,” katanya.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut