Merasa Difitnah! Marc Klok Tuntut Permintaan Maaf Bhayangkara FC Terkait Tuduhan Rasisme
Klok menegaskan integritasnya sebagai pemain profesional yang menjunjung tinggi perbedaan:
"Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya. Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme."
Ia juga menambahkan bahwa orang-orang terdekatnya mengetahui karakter aslinya:
"Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan satu tim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang. Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan."
Klok menjelaskan bahwa akar masalah ini adalah murni kesalahpahaman linguistik. Saat Persib berhasil memperkecil skor menjadi 2-1, Klok berniat mengambil bola dari tangan Doumbia agar pertandingan bisa segera dimulai kembali (kick-off).
"Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang. Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henry Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, 'Give me the ball back'," ungkap Klok secara detail.
Menurut Klok, Doumbia sebenarnya sudah menyadari kekeliruan tersebut—di mana ia mengira mendengar kata 'black' padahal yang diucapkan Klok adalah 'ball back'. Namun, situasi justru diperkeruh oleh pihak lain di pinggir lapangan.
Editor : Agung Bakti Sarasa